AMDAL: Masih Sebuah Panggung Sandiwara

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

AMDAL. Sebuah dokumen yang harusnya menjadi sebuah bahan sebelum melakukan aktivitas yang diprakirakan memiliki dampak negatif penting, ternyata masih hanya berupa sebuah panggung sandiwara. Disela menghadiri pertemuan komisi AMDAL, seorang kawan yang merupakan staf sebuah instansi teknis di kabupaten, berujar “Perusahan itu sudah melaksanakan aktivitasnya kok”.

Dalam diskusi membongkar dokumen AMDAL, yang bagi beberapa peserta sidang komisi dipandang sebagai dokumen yang sangat “BURUK”, yang dikerjakan oleh lembaga penelitian dari sebuah universitas negeri di Bandung, ternyata juga tak memberikan dampak apa-apa terhadap dokumen tersebut. Sudah tak benar dalam melakukan analisis, hanya menggandakan hasil pekerjaan pihak lain, hingga tak benarnya penempatan rencana tindak dalam Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Namun inilah dunia AMDAL. Sebuah penghilangan hak atas lingkungan hidup, bermula dari dokumen bernama AMDAL.

tak penting membuat dokumen amdal !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>