a.m.d.a.l
By timpakul • Jul 23rd, 2007 • Category: celoteh [
] - 430 dilihat -
“dampaknya memang sudah dirasakan, tak ada air, apalagi air yang layak dimanfaatkan. sebelum perusahaan tambang melakukan eksploitasi, masih ada air saat musim kemarau, tapi saat ini pun saat musim penghujan, airnya terlalu asam” ungkap seorang kawan dari sebuah kampung di dekat perusahaan tambang.
amdal, sebuah dokumen yang menjadi acuan dalam penilaian dan pengelolaan lingkungan hidup, selalu dilakukan persidangan dalam pembahasannya. perusahaan pertambangan, perkebunan besar, pengusahaan hutan, hingga aktivitas pembangunan pemerintah. dokumen yang selalu dianalogikan sebagai “macan kertas”. tak bergigi, apalagi menggigit. amdal hanyalah sebuah fatamorgana pengelolaan lingkungan hidup yang baik.
perusahaan tambang tak terbendung mengekspansi kawasan permukiman. polusi suara hingga debu. air bersih yang tak mampu tersedia bagi komunitas di sekitar tambang. keringnya sumur dan aliran anak sungai. “blasting” yang mengejutkan. namun selalu diinginkan. ganti rugi hingga kesempatan bekerja. harusnya tak lagi menambang saat ini!
tak penting amdal !
Random Posts
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul



