ah… aku hanya berkhayal
tentang sebuah ketidakpastian
ah… aku hanya bermimpi
tentang sebuah keindahan semu
ah… aku hanya ………
tentang sebuah ………
khayal….
mimpi….
semu…
bayang itu tak kan hadir
aku terlalu asyik dengan fatamorgana
bermain dengan dunia fana
bercengkrama dengan ketidakpastian
bersenggama dengan kesemuan
ah… andai….
seandainya…
andai saja….
kalau saja….
umpamanya….
ah……
aku ingin….
aku mau….
aku berharap….
aku mengiba….
ah….
semua hanya mimpi
sebuah fatamorgana
bayang kesemuan
hmm….
putaran waktu tak hendak berhenti
desiran angin tak mau berdiam
perlahan dalam sebuah ketidakpastian
ah… andai….
mengapa….
semua hanya ingin tawa
semua hanya ingin suka
semua hanya ingin canda
semua hanya ingin bahagia
semua hanya ingin kepastian
tapi….
yang hadir adalah luka
yang hadir berupa duka
yang ada hanyalah derita
yang ada hanya air mata
semua hanya ketidakpastian
ah… andai….
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2003. andai. http://timpakul.web.id/andai.html (dikutip tanggal 4 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul