anggrek
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“Ekspor anggrek masih kecil, baru US$ 1,5 juta. Apalagi jika dibandingkan perdagangan internasional yang US$ 250 juta,” ujar Menteri Pertanian Anton Apriyantono [TempoInteraktif]
Berorientasi ekspor terhadap berbagai potensi yang ada di negeri ini sepertinya sudah menjadi frame berpikir birokrasi. Mengejar devisa negara, meningkatkan ekonomi elit, meninggalkan pondasi kekuatan negeri. Penyelundupan menjadi agenda lain karena permainan ekonomi tak dimainkan oleh kalangan menengah ke bawah. Seluruh aset negeri ini secara perlahan mulai menghilang.
Ditambah dengan sebuah pemuasan kebutuhan mata, maka peraturan perundang-undangan diabaikan. Sebagaimana sebuah anggrek hitam yang dipaksa dibawa oleh seorang pekerja lembaga konservasi internasional. Ada keinginan untuk dikembalikan, setelah diberitakan. Entah kapan….
tak penting anggrek !







Wadah bamamay