m@fia blogger

menuju tempat baru >> timpakul.web.id

arsitektur ramah iklim

  • Friday 3 Oct 2008 01:50 PM
  • By timpakul
  • In celoteh

rumah-rumah tradisional yang ada di Indonesia, sebenarnya telah dibangun dengan memperhatikan kesesuaian suhu dan cuaca yang ada di negeri ini. termasuk dalam penggunaan dan ketersediaan bahan baku. namun, seiring dengan jejaring infomasi yang dimiliki, terjadi pergeseran model bangunan yang ada di Indonesia.

bahkan, sebuah gedung perkantoran mewah yang ada di kota kayu, secara jelas-jelas mengikuti sebuah bangunan yang ada di kota kembang, atau bahkan ada juga yang awalnya sangat mengikuti model rumah tradisional, lalu dimodifikasi dan sudah tak jelas lagi bentuk tradisionalnya.

tingginya atap yang ada pada setiap bangunan tradisional, serta adanya tiang-tiang penyangga yang cukup tinggi di bagian bawah, sangat membantu dalam sirkulasi udara di dalam rumah, sehingga menghadirkan udara yang segar pada bagian dalam bangunan. jenis-jenis bahan bangunan yang digunakan pun, seperti kayu ulin ataupun kayu galam di bagian pondasi, sangat mampu bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun menyangga bangunan.

bentuk jendela, yang secara perlahan berubah menjadi sangat kecil dan sedikit memberi ruang udara bergerak, merupakan sebuah pengikutan trend yang tak pernah memperhatikan kondisi iklim lokal. udara panas akhirnya terkurung di dalam rumah, sebagaimana yang diharapkan oleh rumah-rumah di sub tropis, sehingga suhu udara dalam rumah menjadi sangat tidak nyaman.

mencari para arsitek yang memahami kondisi iklim lokal, termasuk pemilihan jenis bahan baku bangunan, sangatlah semakin rumit saat ini. karena sebagian besar hanya memperhatikan keindahan semu, tanpa memperhatikan eko-arsitektur yang sebenarnya lebih dibutuhkan oleh penghuni rumah. walau kemudian, ada lagi yang menjadi masalah bagi arsitektur kalimantan, yaitu semakin sulitnya memperoleh kayu ulin ataupun kayu galam, seiring dengan semakin meluasnya perkebunan besar, hutan tanaman industri dan pertambangan.

tak penting arsitektur ramah iklim !


2 Comments


Leave a reply


XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

RSS Feeds

blog competition

Eco-Indonesia Blog Competition mengajak Blogger untuk berpartisipasi menuangkan isi pikirannya mengenai hal-hal seputar lingkungan dan gaya hidup. Selengkapnya di: http://www.rileks.com/ecoblog/.












iklan

Sekilas Info

  • H.E.L.P !
    HELP ( Human Security, Ecological Debt, Land Right, Production and Consumption ) adalah tema kampanye yang diusung oleh sekretariat nasional JATAM bersama Civil Society Forum (CSF), Walhi Kalsel dan Jatam Kaltim. Kampanye ini difokuskan pada wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur
     

  • lihat perubahan iklim di http://iklim.lingkungan.org/
     

update by mail

ketik email anda:

Layanan FeedBurner