badak

1 September 2007 | celoteh oleh

Sep
01

Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan (Dephut) RI mendatangkan seekor Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), jantan dewasa dari Amerika Serikat (AS) untuk membantu membuahi dua induk badak dalam penangkaran di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. [Antara]

untuk mengawinkan badak saja memerlukan mendatangkan pejantan dari AS. padahal asalnya juga dari sumatera. mungkin setelah lelah dan tak mampu berbuat banyak di AS, maka badak yang bernama “Andalas” harus pulang kampung. merantau dengan biaya tinggi, pulangpun demikian. sebuah kondisi yang sering dipermaklumkan oleh pejabat negeri. demi sebuah kucuran pendanaan baru bagi konservasi satwa di negeri ini.

juga masih begitu banyak satwa liar dilindungi dari negeri ini yang dimigrasikan ke berbagai taman safari ataupun kebun binatang di luar negeri. “untuk sebuah pengetahuan“, ujar mereka. padahal kalau satwa tersebut tetap berada di negeri ini dan tetap di alam, maka bisa jadi devisa negara akan lebih banyak, dengan masuknya orang-orang yang ingin tahu tentang satwa liar dilindungi di alam. bukan dengan meletakkan satwa pada etalase di negeri antah berantah.

tak penting badak !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2007. badak. http://timpakul.web.id/badak.html (dikutip tanggal 4 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz