bahasa
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
sebagian besar hasil riset yang dilakukan di negeri ini selalu tidak berbahasa indonesia. apalagi kalau harus berharap menggunakan bahasa lokal. peneliti lebih mengutamakan menyajikan informasi bagi pemberi dana maupun persekutuan peneliti internasional. bahkan lebih parah, asisten peneliti ataupun porter tak pernah memperoleh transformasi pengetahuan dan kapasitas. bila ada, itu karena ada keinginan kuat untuk belajar (tidak pada peneliti).
bahasa masih menjadi kendala bagi proses transformasi pengetahuan. harusnya bukan rakyat negeri yang harus belajar bahasa antah berantah, namun jadikanlah pengetahuan negeri antah berantah dalam bahasa negeri ini.
negeri ini kaya akan pengetahuan. namun yang memformulasikan pengetahuan menjadi ilmu, tidak banyak dari rakyat negeri ini. LIPI telah pula mandul untuk bertindak sebagai filter masuknya peneliti asing. hingga terkadang tidak pernah tahu bahwa begitu banyaknya peneliti asing berkeliaran dengan hanya bermodalkan visa wisata. “pencurian” pengetahuan akan terus terjadi, bila rakyat negeri bencana tak memperbaiki pagar yang telah sengaja dirusak.
tak penting bahasa !











Wadah bamamay