samarinda…. mungkin karena namanya berasal dari kata “sama rendah” menjadikan kota ini selalu dilanda air lewat (baca: banjir). tak musim hujan, juga tak hanya musim kemarau. sedikit banyak air adalah bencana. namun… haruskah tak ada sebuah solusi bagi kejadian air lewat ini di samarinda? sudah terlalu banyak dana APBD kota yang dihabiskan untuk perbaikan drainase. sementara semakin banyak pula pemotongan bukit dan penimbunan rawa yang dilakukan…. ah… samarinda… bukan hanya kota tepian… namun juga kota air…
Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :
Ade Fadli. 2006. banjir…. rutinitas. http://timpakul.web.id/banjir-7.html (dikutip tanggal 4 February 2012)
-- timpakul.web.id - @timpakul
kangen juga menikmati banjir yang sering datang menyapa samarinda. Disini, walau tak sesering di samarinda, namun ancaman terus mengintai.
sabar, sembilan tahun lagi samarinda bebas banjir. “hanya” sembilan tahun, kok.
samarinda sama dengan Pekanbaru (Riau)
Pekanbaru terkenal dengan nama kota BERTUAH
Sekarang berubah menjadi kota BERKUAH
Kalo hujan sedikit saja kotanya selalu berkuah (baca: banjir)
Jangan ditanya dana APBD yang dikeluarkan untuk penangganan banjir.
drainase yang tidak baik dan ditambah dengan tata ruang kota yang tidak mempertimbangkan nilai ekologis dan peruntukan lahan yang baik menjadi penyebab semua itu.
Akhirnya jadilah Kota BERTUAH berubah menjadi Kota BERKUAH….
sistem lingkungan (hidup) Indonesia bukannya gitu semua, mas…mudah banjir meski drainase diperbaiki…hutan digunduli terus sih