menapaki ruang

langkah perlahan di sela rerumputan
Google

banjir…. rutinitas

By timpakul • 25 Mar 2006 • Category: Uncategorized [ Cetak celoteh ] - 243 dilihat

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

samarinda…. mungkin karena namanya berasal dari kata “sama rendah” menjadikan kota ini selalu dilanda air lewat (baca: banjir). tak musim hujan, juga tak hanya musim kemarau. sedikit banyak air adalah bencana. namun… haruskah tak ada sebuah solusi bagi kejadian air lewat ini di samarinda? sudah terlalu banyak dana APBD kota yang dihabiskan untuk perbaikan drainase. sementara semakin banyak pula pemotongan bukit dan penimbunan rawa yang dilakukan…. ah… samarinda… bukan hanya kota tepian… namun juga kota air…

  • Facebook
  • Delicious
  • Google Bookmarks
  • Multiply
  • Twitter
  • Technorati Favorites
  • Care2 News
  • StumbleUpon
  • Gmail
  • Share/Save/Bookmark
  • No Related Post

timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul

4 Responses »

  1. sistem lingkungan (hidup) Indonesia bukannya gitu semua, mas…mudah banjir meski drainase diperbaiki…hutan digunduli terus sih

    tanggapi

  2. samarinda sama dengan Pekanbaru (Riau)
    Pekanbaru terkenal dengan nama kota BERTUAH
    Sekarang berubah menjadi kota BERKUAH
    Kalo hujan sedikit saja kotanya selalu berkuah (baca: banjir)
    Jangan ditanya dana APBD yang dikeluarkan untuk penangganan banjir.
    drainase yang tidak baik dan ditambah dengan tata ruang kota yang tidak mempertimbangkan nilai ekologis dan peruntukan lahan yang baik menjadi penyebab semua itu.
    Akhirnya jadilah Kota BERTUAH berubah menjadi Kota BERKUAH….

    tanggapi

  3. sabar, sembilan tahun lagi samarinda bebas banjir. “hanya” sembilan tahun, kok.

    tanggapi

  4. kangen juga menikmati banjir yang sering datang menyapa samarinda. Disini, walau tak sesering di samarinda, namun ancaman terus mengintai.

    tanggapi

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word