banjir
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Penyebab banjir hanya satu: AIR. ini adalah FENOMENA ALAM. pasti akan terjadi siapapun GUBERNUR-nya. sebuah kepasrahan terhadap kondisi ekologi yang dihancurkan oleh kepentingan PEMODAL yang bersenggama dengan PELAYAN RAKYAT.
Villa, super-mal, ruko, perumahan, apartemen, etc. Mengejar sedikit keping emas, melupakan kepentingan lebih banyak manusia. Begitu banyak kerugian yang akan dihadapi, namun begitu dinikmati.
Banjir. Harusnya masih ada rawa, situ, bukit berpepohonan, dan ruang terbuka hijau, bukan sekedar bagi tempat bermain anak, namun bagi kepentingan keseimbangan ekologi.
tak penting banjir !










Pengalaman banjir 5 tahun yang lalu tidak membuat efek jera sama sekali. Rencana perbaikan sistem drainase mungkin hanya tersurat saja. Investasi yang lebih menguntungkan yang paling banyak diwujudkan.
Jangan lupa peran serta masyarakat menyumbangkan sampah pun perlu diwaspadai. Yang paling susah adalah memberikan edukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kita sudah sangat tertinggal dari negara-negara tetangga yang sudah lama lebih berdisiplin membuang sampah. Kebiasaan jelek yang terus dipelihara akan sulit untuk diperbaiki kecuali masyarakat itu sendiri mau belajar untuk bisa membuang sampah pada tempatnya.
Suatu penggalan wawancara di salah satu TV swasta, kurang lebih seperti ini:
Reporter: ” ….kenapa ibu tidak pindah…”
Dengan senyum dan mata damai yang (mungkin) tidak dibuat-buat,
Ibu A : ” rumah tempat saya tinggal (sekarang) kalo mau dijual nggak laku, kalo mau pindah nggak ada uang…, jadi, bertahan disini aja.
Sekali lagi dengan senyum tanpa mengeluh dan menyalahkan sesuatu.
Suatu kepasrahan total ataukah kebijaksanaan ??
Entahlah.. yg jelas persepsiku kepada ibu yang satu ini begitu damai.
Lebih baik kah sikap ibu ini? Saya yakin bagi sebagian orang, ini sikap menyerah, malas atau bahkan bodoh!!tapi yang jelas (bagi-ku) ada kedamaian dan kebijaksanaan di dalamnya.