banjir hari ini
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“Ada siklus 25 tahun, air laut naik dengan ketinggian hingga 2,5 meter. Kami sudah mengantisipasi adanya peningkatan permukaan air laut,” kata Gubernur DKI Fauzi Bowo dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Negara Lingkungan Hidup dan tiga Gubernur (DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat) di DPR, Rabu (28/5) pagi. [Kompas]
sebuah peringatan banjir yang luar biasa cepat, sebelum terjadinya banjir bagi wilayah utara Jakarta. bahkan Bank Dunia [turut mengeluarkan peringatannya. dari sisi peringatan dini terhadap bencana, ini kemudian menjadi baik. namun, adakah sisi yang berbeda berkaitan ini?
bila melihat perkembangan banjir jakarta dan geliat Bank Dunia, maka akan terlihat langkah kaki untuk menancapkan cengkeraman Bank Dunia pada Jakarta dari pintu banjir. mulai dari bantuan pasca banjir, pengerukan sungai, hingga infrastruktur penanggulangan banjir.
Pengerukan 13 sungai di Jakarta akan segera terlaksana setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan cairnya pinjaman untuk pengendalian banjir di ibukota dari Bank Dunia (World Bank). [KapanLagi]
ketidakmampuan pemerintah untuk menolak hadirnya hutang-hutang baru di negeri ini sangat akan menimpakan penderitaan berkepanjangan bagi anak negeri. begitu banyaknya tumpukan keping emas di pelayan publik, yang sebagiannya diperoleh dari utang yang ditanggung bayi yang baru lahir sekalipun. belum lagi, kemudian semua sistem kehidupan, bahkan sampai di dapur dan kasur, telah sangat dikendalikan oleh Bank Dunia dan kalangan korporasi internasional.
kesederhanaan dalam melihat berbagai persoalan di negeri ini harusnya mampu dilakukan oleh pelayan publik. mulai dari keyakinan akan kemampuan negeri ini bangkit dari keterpurukan menggunakan potensi dalam negeri, hingga pada kolektifitas dalam gerak, termasuk dalam jalan menolak utang luar negeri dan menuntut penghapusan utang luar negeri.
ketika harga BBM terus meningkat, dimana negeri ini merupakan penghasil minyak bumi, hanya menambah kesengsaraan. berlimpahnya batubara dan mineral lainnya yang tak jua membuahkan kesejahteraan. hingga begitu banyaknya hutan yang ditebangi kayunya dan dibangunnya perkebunan besar kayu dan kelapa sawit, yang kesemuanya menghasilkan akumulasi kesengsaraan, tak ada yang tidak berawal dari kendali Bank Dunia dan korporasi internasional.
inilah potret negeri yang masih belum begitu berani keluar dari krisisnya. bilasaja rakyat negeri ini tersadarkan, akan sangat mungkin negeri ini meraih kesejahteraannya dan kembali memimpin dunia.
tak penting banjir hari ini !











Wadah bamamay