banjir polder
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
kota kayu sangat antusias membangun polder untuk mengendalikan banjir. di pusat kota, jalan utama, hingga di sisi sebuah sekolah dan perumahan. berharap agar tak lagi ada air yang menggenangi jalan. tidak pernah ada keinginan untuk menyelesaikan permasalahan di hulu sungai. pengupasan lahan, pemotongan bukit, penimbunan rawa. 30% kawasan kota telah diberikan bagi perijinan kuasa pertambangan. kompleks perumahan mewah berdiri megah di atas rawa dan bukit yang dipotong. pertokoan membanjiri kota.
banjir. bukan semata mengatasi aliran air. kawasan perumahan sudah harus memiliki kawasan resapan air. saluran air pun tak semata terlihat sebagai sebuah saluran air, namun ia harus dipastikan mampu mengalirkan air. sungai yang semakin dangkal akibat lumpur, tak semata harus dikeruk. penyempitan lebar sungai harus diberikan jawaban.
kota kayu, kota yang dibelah sungai mahakam. budaya sungai sangat erat terbangun. konstruksi rumah panggung perlahan berganti dengan rumah beton yang menutupi setiap jengkal tanah dengan lapisan semen. aliran air melimpah ruah. dan menjadi kering di saat kemarau menjelang. krisis budaya, krisis ekologi. tak ada lagi yang penting dilakukan.
tak penting banjir polder !






Wadah bamamay