berharap bencana

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Sementara itu program rehabilitasi dan rekonstruksi masih berkutat pada pembentukan pokmas, validasi data rumah rusak berat atau roboh, pembuatan RAB, dll. Kapan nih rumah yg diidam-idamkan oleh para korban gempa dapat selesai dikerjakan dan dapat ditempati? Di satu sisi berpacu dg birokrasi dan administrasi, di sisi lain mesti berpacu dg datangnya musim hujan yg tdk bisa ditunda oleh manusia. [Djuni]

Meski bencana semakin sering terjadi. Bantuan miliaran dolar dikucurkan. Ribuan relawan bekerja. Sepertinya pengelolaan bencana di Indonesia tidak ada perubahan. Masih BIROKRATIS!

Definisi Masih Birokratis: “berdasarkan pemerintah, potongan untuk birokrat, satu pintu banyak meja, memerlukan waktu yang lama, menanti korban berikutnya

tak penting berharap bencana !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>