menjelang akhir tahun bencana

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Tahun 2006. Bencana ekologi melanda negeri. Lumpur panas. Merapi. Gempa Jogja dan Jateng [m]. Banjir. Tak pernah menggetarkan pemimpin negeri yang sedang sibuk dengan “menjual negeri”.

Tahun 2007. Timpakul akan bermunculan. Kelompok opportunist mulai menampakkan wujudnya. Mengendus dan menggali keping emas tanpa pernah menghiraukan kekacauan negeri. Nasionalisasi industri yang menguasai hajat hidup orang banyak semakin jauh dari wujudnya. Lembaga asing semakin menancapkan kukunya di otak pelayan publik. Pemerintahan negeri ini bukan lagi dikendalikan oleh pemimpin yang dipilih oleh rakyat, namun oleh pemimpin yang menghamba pada pemodal.

Bungkusan wacana kesejahteraan rakyat, pendidikan dan kesehatan gratis, hingga terbukanya kesempatan bekerja menjadi slogan didagangkannya negeri. Iklim investasi dipaksakan stabil dengan kekuatan keamanan. Tanah dibagikan bukan untuk kepentingan rakyat, namun agar mudah dinegosiasikan. Permukaan bumi makin melunak dan mengeluarkan gas beracun ke berbagai wilayahnya. Bencana ekologi kembali mengikuti tahun Opportunist di akhir perjalanannya. Kriminalisasi, kekerasan dan kematian menghiasi wajah media.

tak penting akhir tahun !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>