2006: Tahun Bencana Berkelanjutan
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Malam hari menjelang akhir tahun, hujan mengguyur kota. Sesaat kemudian, langit mulai mencerah. Hingga di detik pergantian tahun, alam sepertinya memberikan berbagai pilihan. Gejala alam di awal tahun menjanjikan sebuah harapan bahwa di tahun ini akan tanpa kegelisahan alam.
Beberapa hari yang lalu, seorang kawan yang bekerja di laut menyampaikan bahwa di awal tahun ini akan ada kondisi pasang air tertinggi, hingga 3 meter. Apa ini artinya? Bisa jadi Samarinda akan menikmati genangan air, karena pada ketinggian air 2,8 meter saja, Samarinda sudah tergenang.
Banjir dan kekeringan akan menjadi bencana berkelanjutan di Kaltim. Awal dan akhir tahun akan dihiasi dengan bencana banjir. Pada pertengahan tahun, akan dihiasi dengan kekeringan yang cukup panjang. Daur bencana semakin memendek. Adakah ini pertanda telah semakin rusaknya ekosistem dunia? Adakah ini pembuktian bahwa atmosfer tak lagi mampu melindungi bumi? Bilakah kita bersiap untuk evakuasi ke Bulan ataukah Mars?
2006: Tahun Bencana Berkelanjutan










[...] Di awal tahun 2006, pernah berceloteh tentang tahun bencana. Respon beragam dari berbagai pihak yang menganggap sebagai sesuatu yang mengada-ada. Kejadiannya sejak awal 2006 hingga saat ini, tak henti bencana menggerus permukaan negeri kaya ini. [...]