Maaf.. Tak Ada Bencana Disini
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Selama lima hari mengikuti pembelajaran pengelolaan bencana, telah dua kali bencana tanah longsor terjadi di Indonesia. Ketika mengungkapkan tahun 2006 sebagai tahun bencana, sepertinya banyak kawan yang menganggap itu hanyalah sebuah lelucon awal tahun. Tak berdasar. Tanpa pembuktian ilmiah.
Mungkin benar, bila dipandang tidak ada pembuktian secara ilmiah terhadap prediksi bencana. Akan tetapi sangat dangkal pula melihat sebuah prakiraan hanya berdasarkan asumsi dan sebuah lelucon. Di awal tahun, sangat kuat terlihat gejala-gejala akan terjadinya bencana di Indonesia, termasuk wilayah Kalimantan Timur. Curah hujan yang masih tergolong tinggi menjadikan awal tahun ini berhiaskan genangan air dan bila kurang beruntung akan ditambah dengan tanah longsor.
Tingginya curah hujan masih mungkin terjadi hingga April-Mei, serta akan terjadi lagi di bulan November-Desember. Sementara musim kemarau pendek menghiasi bulan Juni-Agustus tahun ini. Bencana sangat menanti di tahun ini.
Melihat kesiapan pemerintah, sangat memprihatinkan. Seorang kawan dari instansi pemerintah tak pernah tahu bahwa instansinya termasuk di dalam Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana. Bahkan sepertinya tak pernah tahu tentang keberadaan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi.
Dalam pembelajaran pengelolaan bencana, sangat terungkap bahwa Pengelolaan Bencana bukan termasuk hal penting dan utama bagi sebuah pemerintahan hari ini. Respon lebih diutamakan. Pengurangan resiko sangat diabaikan, apalagi kesiapsiagaannya. Ataukah memang sudah tepat bahwa Indonesia adalah Negeri Bencana?








Wadah bamamay