beyond crisis

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

apa yang akan terjadi setelah fase krisis minyak bumi dunia hari ini? banyak yang mengatakan bahwa harus ada sebuah pergerakan pada penghematan penggunaan energi fosil, penggunaan energi terbarukan, hingga mencari alternatif sumber energi. selain air, angin, surya dan gelombang, masih ada energi magnetic dan energi gravitasi yang bisa menghasilkan energi bentuk lainnya untuk digunakan bagi kehidupan manusia. namun lebih banyak yang tertarik menggembangkan energi dari makhluk hidup ataupun biofuel.

biofuel pun dikembangkan lebih pada konteks industrialisasi energi hayati, utamanya dalam bentuk agrofuel. lahan pertanian dan perkebunan skala besar dengan komoditas jagung, kelapa sawit dan jarak pagar pun dikembangkan dalam luasan yang tidak kecil dan dikuasakan pada korporasi. kebutuhan energi lalu seolah akan terpenuhi, sehingga penggunaan energi fosil dapat dikurangkan.

di luar itu, naiknya harga minyak dunia tak terlepas dari sebuah skenario besar menuju penjajahan v3.0. kurangnya stok minyak dunia di pasaran menjadi sebuah alasan dalam kenaikan harga minyak dunia. kondisi ini kabarnya sangat dipengaruhi oleh nasionalisasi industri migas di beberapa negara Amerika Latin, serta ditahannya produksi minyak negara Timur Tengah untuk pemenuhan dalam negeri, dan mulai menguatkan blok China, India dan Brazil dalam perdagangan minyak dunia.

kondisi seolah krisis minyak inilah yang kemudian berakumulasi dengan isu pemanasan global, membuahkan gagasan energi alternatif, utamanya agrofuel. penguasaan tanah menjadi isu yang utama dalam konteks korporasi ini. hamparan kebun sawit dipaksakan hadir di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua, yang sebagian besar dikuasai oleh korporasi yang dikendalikan modal asing. kuasa rakyat atas tanah secara perlahan dihilangkan, beralih menjadi kuasa korporasi atas tanah.

kepentingan jangka panjang adalah selain untuk kebutuhan air bersih di masa mendatang bagi negara utara, juga pada kepentingan terhadap ketersediaan tanah untuk sumber pangan di masa mendatang bagi negara utara. tingginya jumlah penduduk belahan bumi bagian utara, memicu tekanan yang kuat kepada negara selatan untuk menyediakan bahan baku bagi kehidupan mereka. sambil sesekali membuat ketergantungan terhadap pasar bagi warga negara selatan.

benih-benih pangan galur murni dan terbaik pun telah pula ditempatkan pada beberapa bank benih, yang pada waktunya akan dipinjamkan untuk kepentingan industrialisasi pangan. pinjaman yang bergerak tak lagi semata keping emas, tapi juga benih-benih padi, jagung, hingga benih kedelai, yang menjadi makanan dasar kelompok di negeri ini.

mengubah cara pandang dan arah pikir menjadi sebuah kebutuhan bagi anak negeri. tak hanya memandang adanya bantuan langsung tunai yang besarnya juga tak memadai. ataupun berharap akan terjadi perubahan yang tak sengaja dilakukan. segalanya saat ini tengah berada di tengah ruang pertarungannya. akankah negeri ini mampu bertahan?

tak penting beyond crisis !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>