menapaki ruang

langkah perlahan di sela rerumputan
Google

BLOG: Kelahiran Generasi Menulis

By timpakul • 16 Nov 2007 • Category: urai [ Cetak celoteh ] - 1,191 dilihat

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Mungkin tak banyak yang membayangkan apa yang terjadi hari ini. Begitu cepatnya aliran informasi dapat terjadi dari dan ke belahan dunia yang berbeda. Dalam beberapa detik saja, seseorang yang berada di wilayah selatan dapat mengetahui kejadian di wilayah utara, demikian pula sebaliknya.

Fenomena perkembangan teknologi informasi telah memacu otak untuk dapat bekerja lebih cepat dengan hujan informasi. Pada wilayah yang telah memiliki jejaring maya melalui teknologi informasi dan komunikasi, peran informasi cetak semakin berkurang. Hanya dengan sebuah perangkat telepon selular ataupun komputer yang terhubung internet, segala informasi dapat diperoleh.

Berkembangnya Jejaring Maya

Satu dekade lalu, masih tak banyak yang memperbincangkan informasi di dunia maya. Di saat teknologi informasi dan komunikasi masih sangat terbatas. Kota Samarinda di Kalimantan Timur saat itu masih sangat memiliki keterbatasan agar warganya dapat mengakses informasi, walau sekedar dari sebuah surat elektronik.

Pertumbuhan yang begitu cepat, telah menjadikan tumbuhnya lebih banyak informasi informal dari warga. Telah begitu banyak peristiwa yang dengan cepat dapat dikomunikasikan dengan wilayah lain negeri ini. Diskusi melalui surat elektronik (mailing list) mulai menjadi sebuah media komunikasi yang penting.

Warung internet pun mulai berkembang. Dari satu-dua hingga saat ini pada sebuah jalan utama di kota dapat ditemui lebih dari tiga warung internet. Walau kemudian di Kota Samarinda tak jua hadir penyedia layanan internet yang baru. Dalam perkembangannya kemudian, di instansi pemerintah dan pendidikan, mulai tersedia jejaring internet yang melayani kalangan mereka.

Pertemuan di Dunia Maya

Interaksi sosial yang ada saat ini telah melalui tahapan metamorfosa yang panjang. Mulai dari semakin mudah dan murahnya layanan seluler, yang menjadikan setiap orang telah semakin mudah menjalin komunikasi. Di sisi jaringan internet, dengan tumbuhnya layanan internet, mulai dari layanan instant, akses data cepat via kabel yang murah, hingga teknologi layanan data melalui telepon seluler, telah menghadirkan sebuah sistem sosial baru bagi warga.

Bila dahulu setiap kali perkenalan selalu dimulai pada pertemuan langsung, lalu kemudian bertanya tentang nomor telepon tetap (fixed line) ataupun nomor telepon seluler. Saat ini perkenalan dimulai dari pertemuan di jejaring maya. Diskusi melalui email (mailing list) ataupun pertautan dalam sebuah jejaring sosial internet (semisal melalui friendster.com ataupun multiply.com) telah mempertemukan warga kota di dunia maya. Bahkan pertemuan juga terjadi dengan penduduk di belahan bumi lainnya.

Dalam pertemuan darat pun tak lagi hanya sekedar bertanya tentang nomor telepon ataupun nomor telepon seluler, namun juga sering diikuti dengan pertanyaan alamat surat elektronik (email) ataupun kontak di jejaring sosial internet.

Fenomena Blog

Dalam dua tahun terakhir, sejak layanan internet semakin tersedia lebih mudah, pertemuan di dunia maya juga didahului dengan penjelajahan pada laman (website) pribadi yang menceritakan pengalaman keseharian (diary) dalam bentuk blog. Pertumbuhan penulis blog di berbagai wilayah negeri ini semakin meningkat pesat, seiring dengan ketersediaan tempat gratis dan semakin mudahnya untuk membuat blog.

Bila pada fase sebelumnya untuk membuat sebuah laman pribadi membutuhkan keahlian untuk menuliskan baris demi baris dengan tag HTML, saat ini tanpa keahlian menulis program pun, seseorang telah dapat membuat laman pribadi. Bahkan pada beberapa telepon seluler telah menyediakan ruang untuk membuat laman pribadi melalui telepon seluler.

Pertumbuhan blog juga semakin cepat seiring dengan ketersediaan akses internet dan ketersediaan layanan gratis yang semakin beragam. Mulai dari layanan blogger.com, wordpress.com hingga yang disediakan di negeri melalui situs-situs komunitas yang disediakan oleh kalangan pebisnis dalam negeri. Hingga saat ini, sebuah pertemuan individu tak lagi hanya menanyakan nomor telepon seluler ataupun email, namun juga menanyakan alamat blog.

Kelahirkan Generasi Menulis

Bila keluhan yang sering kali terungkap terhadap anak negeri ini adalah ketiadaan sebuah dokumentasi tertulis akan sesuatu, maka saat ini begitu banyak dokumentasi yang dilakukan oleh individu-individu terhadap peristiwa di sekitarnya. Blog telah menjadi sebuah media bagi banyak orang sebagai sebuah dokumentasi pribadi dan menuliskan apa yang menjadi pengamatan keseharian terhadap proses berkehidupan yang terjadi.

Blog juga menjadikan lebih banyak penulis di negeri ini. Tak hanya sekedar menuliskan perasaan ataupun pengalaman harian, juga respon terhadap kejadian di sekitar. Blog merupakan media baru generasi negeri untuk menuliskan apa saja, yang pada satu dekade sebelumnya tak pernah terbayangkan akan terwujudkan. Blog, bagi sebagian kecil orang juga telah menjadi sebuah pekerjaan baru, bukan hanya sekedar pelampiasan kesenangan (hobby).

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan begitu banyaknya penulis baru di dunia maya. Hal ini juga merupakan sebuah awal dari kelahiran jurnalisme rakyat (citizen journalism), yang akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Etika dan aturan di dunia maya pun berkembang untuk melingkupi pertemuan di dunia maya.

Negeri ini akan semakin kaya dengan begitu banyaknya transkrip yang dihasilkan oleh para penulis blog (bloger). Sebuah sejarah akan dapat tertuliskan dengan lebih baik dengan bersumberkan begitu banyak penulis. Tak juga mengkhawatirkan terjadinya perbedaan dalam sebuah catatan kesejarahan. Sumber yang beragam dari para penulis blog juga akan melatih pembacanya untuk dapat melakukan analisis kritis-obyektif dalam memandang sebuah persoalan kehidupan.

Blog telah hadir sebagai sebuah interaksi sosio-kultur baru, yang merupakan pelengkap interaksi sosio-kultur di dunia nyata. Blog telah melahirkan generasi menulis. Dari Blog akan hadir sebuah sejarah baru di negeri ini. Mulailah nge-blog!

  • Facebook
  • Delicious
  • Google Bookmarks
  • Multiply
  • Twitter
  • Technorati Favorites
  • Care2 News
  • StumbleUpon
  • Gmail
  • Share/Save/Bookmark
  • No Related Post

timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul

7 Responses »

  1. Lahirnya generasi penulis? Hhmmm….sebuah angan yang layak diapresiasi. Hanya soalnya, hampir 90 % blog di Indonesia isinya acap cuman celoteh tentang everything, tentang personal life. Disana jarang menyeruak sejenis pengendapan, juga kedalaman sebuah gagasan. Yang acap muncul adalah ‘noise’, ’sejenis perbincang warung kopi’, juga kadang gosip, dan ah, seringkali bersifat superficial.

    Jujur, setelah melakukan petualangan yang cukup ekstensif atas belantara blog Indonesia, imaji yang segera muncul adalah ini : serpihan celotehan yang carut marut, tak koheren, tidak fokus, dan sungguh, jarang memberikan kedalaman pemikiran yang mencerahkan. Bagaimana mungkin dalam kondisi semacam ini, kita mengharapkan lahirnya “generasi penulis dan suara baru indonesia”. Sebuah utopia rasanya…..

    tanggapi

  2. di awal akan lebih banyak yang sekedar menulis, namun dalam perjalanannya, akan terbangun sebuah penstrukturan dalam menulis. perlahan.. akan ada sebuah perubahan.. :-)

    tanggapi

  3. Jangan berharap bayi bisa berlari tanpa berjalan terlebih dahulu. Apa yang diceritakan Timpakul adalah sebuah proses yang sedang berjalan. Adalah tugas kita untuk membuatnya lebih cepat.

    BTW bisakah dishare detail/asal angka 90% itu?
    Saya butuh datanya.

    tanggapi

  4. blog diharapkan sebagai new voice, sehingga segala informasi dari berbagai pelosok bisa terakumulasi dalam jejaring maya ini. tapi ya itu, insfratuktur jadi peer besar untuk kemajuan blog. dan tak kalah penting adalah sosialisasi blog itu jangan hanya di dunia maya, justru lebih harus dibumikan di dunia nyata.

    tanggapi

  5. kapan yanh gw mulai…

    tanggapi

  6. Memang ngeblog dari iseng-iseng akhirnya ketagihan. saya mulai karena ingin melatih diri untuk menulis lebih baik. Akhirnya sekarang malah ketagihan jadi penulis.

    Aku Ingin Hijau
    http://akuinginhijau.wordpress.com

    tanggapi

  7. Salam kenal, bang. Tulisan yang jeli menangkap fenomena blog.

    Menanggapi komentar #Blog Strategi + Manajemen:
    Bagaimana mungkin dalam kondisi semacam ini, kita mengharapkan lahirnya “generasi penulis dan suara baru indonesia”. Sebuah utopia rasanya…..

    Mungkin bukan utopia. Coba kita telisik lebih ekstensif lagi. Masih banyak blog yang kuat dan mencerahkan yang luput dari mata. Termasuk blog ini. Justru saya lebih melihatnya sebagai semacam metanoia, sebuah cara pandang baru terhadap diri sendiri dan alam sekitarnya secara lebih elaborate dan sekaligus menjangkau ke depan. Mungkin bukan profetik, tapi jeli melihat. Hidup timpakul! Di tempat kelahiran saya, lele memiliki daya hidup yang sama.

    Love, light n laughter
    Gaus Surahman, the blogidator

    tanggapi

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word