<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: bangsa yang bodoh</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/bodoh.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/bodoh.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 04:12:40 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.1</generator>
		<item>
		<title>By: umbut88</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/bodoh.html#comment-8254</link>
		<dc:creator>umbut88</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2007 17:37:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/bodoh/#comment-8254</guid>
		<description>Halo, salam kenal

Bangsa yang bodoh ? Gak ada lahyau bangsa yang bodoh.
Yang ada adalah sekumpulan orang bodoh menguasai suatu sistem yang bodoh, memerintah dengan cara-cara bodoh.

Tapi, nanti dulu, kalau terus disimpulkan dengan secara inklusi, orang-orangnya semua bodoh, ya gak benarlah itu.

Kita, tidaklah semuanya bodoh, termasuk Anda tentunya. Juga para pemimpin yang memerintah itu, pasti tidak bodoh. Tapi, seperti saya, kebanyakan otang Indonesia adalah kurang punya "nyali". Chicken.

Kita ini sekarang seperti terperangkap dalam suatu "lingkaransetan", tak berujung pangkal dan terus berputar semakin cepat setiap saat. Harus keras putar otak dan bijak untuk memutus matarantai yang membelit itu.

Kadang kita tidak sabar. Tapi "people's power" tidaklah menjawab dengan jitu dan memecahkan masalah, sekali jadi, seperti yang kita lihat di Filipina.
Itu tetaplah kembali kepada kita sebagai manusianya yang terbelit itu.

Walau gerakan itu berhasil memutus matarantai, tapi kelanjutannya butuh "tokoh" yang "benar".
Sudahkah tersedia stok "tokoh" yang "benar" itu ?
Sudahkah kita membentuk generasi penerus kita (dalam artian luas) menjadi "tokoh yang benar" dalam artian sebenar ?

Jadi, katakunci-nya, menurut saya, adalah "tokoh" dan "benar" dalam pengertian yang sebenar. Tanpa itu rakyat juga yang akan makin terinjak-injak, ter-"kuyo-kuyo", dan jadi tambah "bodoh". Pin-bo, pintar tapi bodoh.
Dan "lingkaransetan" kembali lagi membelit.

Kita ini sudah terlanjur, jadi "hati-hati" adalah katakunci yang ketiga.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf Lahir dan Batin
.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo, salam kenal</p>
<p>Bangsa yang bodoh ? Gak ada lahyau bangsa yang bodoh.<br />
Yang ada adalah sekumpulan orang bodoh menguasai suatu sistem yang bodoh, memerintah dengan cara-cara bodoh.</p>
<p>Tapi, nanti dulu, kalau terus disimpulkan dengan secara inklusi, orang-orangnya semua bodoh, ya gak benarlah itu.</p>
<p>Kita, tidaklah semuanya bodoh, termasuk Anda tentunya. Juga para pemimpin yang memerintah itu, pasti tidak bodoh. Tapi, seperti saya, kebanyakan otang Indonesia adalah kurang punya &#8220;nyali&#8221;. Chicken.</p>
<p>Kita ini sekarang seperti terperangkap dalam suatu &#8220;lingkaransetan&#8221;, tak berujung pangkal dan terus berputar semakin cepat setiap saat. Harus keras putar otak dan bijak untuk memutus matarantai yang membelit itu.</p>
<p>Kadang kita tidak sabar. Tapi &#8220;people&#8217;s power&#8221; tidaklah menjawab dengan jitu dan memecahkan masalah, sekali jadi, seperti yang kita lihat di Filipina.<br />
Itu tetaplah kembali kepada kita sebagai manusianya yang terbelit itu.</p>
<p>Walau gerakan itu berhasil memutus matarantai, tapi kelanjutannya butuh &#8220;tokoh&#8221; yang &#8220;benar&#8221;.<br />
Sudahkah tersedia stok &#8220;tokoh&#8221; yang &#8220;benar&#8221; itu ?<br />
Sudahkah kita membentuk generasi penerus kita (dalam artian luas) menjadi &#8220;tokoh yang benar&#8221; dalam artian sebenar ?</p>
<p>Jadi, katakunci-nya, menurut saya, adalah &#8220;tokoh&#8221; dan &#8220;benar&#8221; dalam pengertian yang sebenar. Tanpa itu rakyat juga yang akan makin terinjak-injak, ter-&#8221;kuyo-kuyo&#8221;, dan jadi tambah &#8220;bodoh&#8221;. Pin-bo, pintar tapi bodoh.<br />
Dan &#8220;lingkaransetan&#8221; kembali lagi membelit.</p>
<p>Kita ini sudah terlanjur, jadi &#8220;hati-hati&#8221; adalah katakunci yang ketiga.</p>
<p>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Mohon maaf Lahir dan Batin<br />
.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
