broker

23 February 2007 | celoteh oleh

Feb
23

Jumlah tenaga kerja CARE di Aceh mencapai 860 orang. Lembaga ini jadi mirip perusahaan atau pabrik. Tenaga lokal 830 orang. Sisanya, ekspatriat. Kompleks kantor pusat mereka di Banda Aceh berada di Lorong Haji Binti, Lamteumen, terdiri dari empat gedung berlantai dua. [SamiajiBintang]

Politik bantuan terus bergulir disaat masih terdapat berbagai permasalahan di negeri ini. Tangan-tangah penderma dari negara utara menyisihkan setiap keping emasnya untuk sebuah solidaritas. Ada juga kelompok “cuci muka” untuk kepentingan image bisnis yang turut (seolah) mendonasikan tumpukan modal mereka bagi kepentingan sebuah kemanusiaan maupun lingkungan hidup. Telah begitu banyak kucuran dana yang dihitungkan, namun tak jua tuntas berbagai permasalahan negeri. Demokratisasi, pengentasan kemiskinan, diskriminasi, kelestarian, hingga pluralisme.

Broker. Telah menjadi sebuah ruang penghisapan baru. Menggalang dukungan untuk kepentingan pekerja semata. Terutama untuk bertahan hidup keluarga pekerja (tak) sosial. Dalam berbagai evaluasi diungkap tentang minimnya prosentase dana yang menyentuh substansi permasalahan, tapi berbagai evaluator cenderung diam karena telah mengantongi puluhan ribu dolar dari proses yang dilakukan. Permasalahan akan berkelanjutan, hingga negeri ini ada satu komitmen untuk katakan “STOP Broker“.

tak penting broker !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2007. broker. http://timpakul.web.id/broker.html (dikutip tanggal 4 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz