cegah satwa punah
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
sebuah pesan pendek masuk, “satu ekor orangutan yang dibawa dari Sulawesi menuju sebuah pusat rehabilitasi satwa di Kalimantan mati saat di pesawat“. pesan-pesan serupa terkadang hadir dalam surat elektronik maupun pesan singkat. entah, darimana ini kemudian hadir. atau ini pertanda semakin banyak yang peduli untuk kepunahan satwa.
upaya-upaya rehabilitasi dan reintroduksi satwa, khususnya orangutan, hingga saat ini belum jua beranjak dari sebuah upaya penggalangan dana semata. orangutan diambil dari pemelihara ataupun dari kebun-kebun sawit, untuk kemudian dimasukkan dalam kerangkeng ataupun pulau kecil yang sedikit berpepohonan. “kami sedang mengajari mereka agar bisa kembali ke alam“, ujarnya.
adakah sebuah perbaikan? adakah sebuah perubahan dalam pola penyelamatan satwa? TIDAK. semua belum beranjak dari rangkaian kalimat dalam slogan ataupun proposal. atas nama orangutan, mengais rejeki. sementara, satu per satu orangutan harus mati di pusat rehabilitasi ataupun di hutan yang berganti menjadi perkebunan besar kelapa sawit atau hutan tanaman industri ataupun pertambangan.
cegah satwa punah. bisa jadi hanya sebuah slogan. harus ada langkah yang lebih nyata dalam mencegah kepunahannya. menyediakan tempat berbagi untuk ruang kehidupan, karena satwa juga ingin kehidupan. dan telah lama terbangun relasi sosio-kultural antara komunitas lokal dengan satwa, baik sebagai penanda alam, penyebar benih, maupun sebagai sumber protein bagi keberlanjutan kehidupan.
orangutan, rangkong, pesut mahakam, beruang, hingga owa dan bekantan, bisa jadi menjadi sebuah maskot pada sebuah kota ataupun tempat wisata. namun keberadaan mereka tak lebih sebagai sebuah tontotan. bukan untuk melahirkan sebuah penghormatan terhadap keberadaannya. mereka hanyalah sebagai icon, agar terus mengalir keping emas, untuk kemudian melakukan penguasaan lahan, sambil sesekali menyingkirkan komunitas lokal yang telah lama membangun kehidupan bersama satwa.
tak penting cegah satwa punah !








bener tuh mas..
too much slogan, too much pencanangan..
kasian ya orangutan. pernah nih teman berujar “dana untuk manusia kena bencana aja di korupsi, apalagi cuma buat orangutan”
maaf jika sedikit menyinggung, namun seringkali teman2 yang bergerak di dunia konservasi hanya berwacana dan saling sikut serta tak lupa menghitung benefit yang akan didapatkan. aku maen di sini, kamu maen di situ, jangan maen di tempatku ya. konservasi menjadi industri yang tidak kalah menggiurkan dibandingkan bisnis kayu, tekstil, logam, tambang, sawit dan semacamnya.
konsep dipaparkan begitu mantapnya ke atas, namun ke bawah?mengumpulkan seluruh bupati pun dalam suatu simposium mampu, menghargai kepala desa dan komunitasnya?lihatlah taman nasional batang gadis di madina sana? atau taman nasiona kutai di kutim?bukannya bnyk aktivis lingkungan?dari plat merah, bawaan plat merah, plat hitam, plat kuning, sampai plat impor?
salut buat teman2 yang bergerak dengan hati yang bersih walaupun dengan keterbatasan.
gabung yuk memberantas pembunuhan liar binatang liar di hutan kalimantan dan penebangan hutan2 liar disini ….. mari kita selamatkan mereka.
cegah satwa punah Reply:
July 31st, 2008 at 10:59 am
ayuk saya juga mau bergabung, caranya gimana bos ? kasian banyak mati itu binatang2 ga punya dosa.
nggak penting satwa punah.
sebenarnya kalau mau diurut, yang perlu diselamatkan adalah habitat dari satwa itu sendiri. bila habitat terjaga saya hawul yaqin keberadaan satwa akan tetap terjaga.
buat rekan yang bergerak dibidang penanganan satwa liar saya cuma menyarankan. daripada anda memelihara satwa di tempat penampungan yang belum tentu sesuai dengan peri kebinatangan mereka, lebih baik jika anda berusaha untuk merehabilitasi habitat mereka.
satwa tetap akan punah, kalau itu terjadi….itu adalah seleksi alam yang tidak bisa ada campur tangan manusia untuk mencegahnya. jika ingin menyelamatkannya lebih baik lingkungan mereka terlebih dahulu selamat. dengan menyelamatkan lingkungan/habitat mereka sudah otomatis akan menyelamatkan mereka……
salam hijau….