cerminku tak retak

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

udara pagi tak sesejuk hari kemarin

membaca berita yang tak sesejuk hari kemarin

menonton televisi yang tak lagi sejuk seperti hari kemarin

hanya putaran kipas angin kecil memberi sedikit kesejukan

aku liat pada cermin kecil di sudut ruang hampa

tak ada yang baru

masih terlihat jelas gurat kekerasan di sekeliling diriku

tangis kelaparan masih memecahkan kepiluan

jerit kematian masih membayang jelas diantara keping kehidupan

tak ada yang baru

cermin ini masih tetap cermin kecil

yang diam tak berkata

disaat saksikan aku sarapan dengan darah dan air mata seorang kawan

memantulkan cahaya pakaian yang aku peroleh dari belas kasihan mereka yang ambil tanah kehidupan seorang kawan

menunjukkan keindahan ruang rumah yang dibangun berpondasikan keringat seorang kawan

tak ada yang baru

ini hanya sekeping cermin kecil

yang belum ingin meretak

ah.. sudahlah aku harus beranjak

bekerja menjadi budak mereka

yang sedang menghisap darah

yang sedang memeras keringat

di negeri tanah berkehidupan seorang kawan

[050831]

:: untuk seorang kawan yang memerlukan sekeping cermin

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>