darah kering di saku almamater
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
almameter kuning kusam masih tersimpan rapi di lemari tua
sebercak darah mengering di saku belum menghilang
ruang fatamorgana mengalir
saat ribuan penghuni kampus berada di jalan
meninggalkan bangku kuliah yang mulai reot
jauh dari gedung belajar yang dibangun dari utang luar negeri
segenggam buku catatan mengisi ransel butut
bernyanyi
berteriak dengan lantang
: ini saat perubahan bagi rakyat
rentang sang waktu berkelana
usai sudah metafora intelektualitas
gedung berpendingin haruskan balutan jas bermerek
kursi empuk hapuskan ingatan sejarah perjuangan
sebuah ponsel 3G disamping PDA dan laptop putih
di atas sebuah meja yang lalatpun bisa bermain ski di atasnya
berceloteh
berteriak lantang
: ini saat menindas rakyat
darah kering di saku almamater
bukan darah pejuang perubahan
hanya luka kecil saat terjatuh dari tangga gubuk tua
tempat kos saat berlabel aktivis kampus
wadah membaca buku tak bersampul
berdiskusi sambil mengepulkan asap rokok lintingan
bergerak
melawan penguasa
: namun ini saat kembali tidur di ranjang empuk
[070114]
:: pembungkaman masih berlangsung






hehehehe