merumput di laut

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Sesiang hingga malam datang, menikmati laut menjadi sebuah kenikmatan. Apalagi dengan menghabiskan seafood [baca: siput], serta kepala ikan kakap dan hidangan penutup rumput laut. Benar-benar merumput di laut.

Menyenangkan menyaksikan kompleks perumahan di atas perairan laut Bontang. Sebuah komunitas yang mencoba bertahan dalam menghadapi kerasnya gelombang kehidupan. Mencari ikan, menanam rumput laut, hingga beternak ikan menjadi pilihan hidup di laut. Dentuman musik yang disenandungkan para pengebom ikan pun, tak terdengarkan lagi. Hilangnya mangrove terakhir menjadi kegelisahan di kala malam menjelang.

Menikmati gemericik air laut di belah speenboat TNI AL, menatap kuntul dan bangau berterbangan pulang ke rumah tercinta, sinaran temaram mentari yang tenggelam di balik gemerlap pabrik, membuai keinginan untuk tetap bertahan. Untuk sebuah mimpi. Demi sebuah cita. Yang ku tahu tak akan pernah bisa terwujudkan.

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>