Menapaki Keping Dollar

13 July 2006 | celoteh oleh

Jul
13

Dollar. Merangsek sebuah sistem sosial dan politik di negeri yang kaya alamnya. Berbagai cara dilakukan agar investasi tertancapkan di negeri ini. Bukan hanya lagi bagi rempah-rempah, namun bagi mineral dan cadangan energi, bahkan bagi persiapan perang dunia IV. Perusahaan menjadi sebuah jalan untuk menerobos sistem perekonomian. Menyekolahkan anak negeri melalui kemudahan pembiayan, menjadi media cuci otak yang efektif. Lembaga kerjasama internasional, mengintrusi pemikiran birokrat dengan nuansa keindahan. Lembaga Konservasi Internasional, perlahan menguasai kawasan strategis negeri dengan dalih kepentingan lingkungan hidup dan satwa.

Orangutan, badak, harimau, maleo hingga komodo, hanya menjadi sebuah icon. Peminggiran hak-hak rakyat atas kekayaan alam dilakukan dengan meletakkan pemerintah sebagai bemper. Penelitian digunakan sebagai sebuah dalih menggali pengetahuan, senyatanya sebagai sebuah media pemetaan mineral dan energi di negeri ini.

Penempatan agen asing melalui lembaga kerjasama internasional ataupun lembaga konservasi internasional pun tak pernah terperhatikan oleh para birokrat negeri ini. Berperan sebagai peneliti ataupun sebagai program manager. Tidak sebagai team leader, namun senyatanya menjadi pusat kendali. Pemasangan satelit di lokasi terdekat pun, masih atas nama kepentingan konservasi. Mungkinkah rakyat tak terbuai oleh keping dollar?

tak penting keping dollar !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2006. Menapaki Keping Dollar. http://timpakul.web.id/dollar.html (dikutip tanggal 4 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

Bekomen yukz