eco-driver
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“saya nggak nyaman dengan membawa kendaraan seperti tadi. saya sudah melanggar nurani saya. tanda di baju saya ini menunjukkan saya sebagai pengemudi yang dapat mengemudi dengan baik dan melakukan penghematan bahan bakar. tapi dengan kondisi tadi, saya telah melakukan kesalahan” ungkap seorang sopir bus yang mengantarkan sebuah rombongan ke pulau seberang.
hal yang tidak kecil ternyata telah banyak dilakukan oleh banyak orang. sebuah perusahaan bus perjalanan antar kota telah menerapkan sebuah aturan untuk penghematan bahan bakar bagi sopir mereka. ada batasan kecepatan antara 70-90 km setiap jam. juga untuk mengemudi dengan halus, agar tak terjadi hentakan.
dorongan untuk tidak menerapkannya justru lahir dari para penumpang yang sangat tidak bersabar untuk menuju tempat yang ditujunya. mendorong sopir untuk memacu kendaraan lebih kencang, hingga kemudian menjadi sangat melupakan sebuah nurani untuk berbuat lebih baik. yang tentu saja, bukan hanya bagi penghematan, namun juga bagi bumi ini.
eco-driver. bisa jadi tak hanya ada pada sebuah perusahaan angkutan antar kota. dia bisa menjadi bagian yang lebih besar. penghematan setetes bahan bakar, akan sangat berarti bagi sebuah perubahan bagi negeri ini, dan tentunya bagi bumi ini. hanya saja pertanyaannya adalah “sabarkah kita untuk menjalaninya?”
tak penting eco-driver !











Wadah bamamay