Sistem Ekonomi Alternatif
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Kondisi rakyat tak jua beranjak dari kemiskinan. Akses pada sumber kehidupan masih terbataskan oleh kepentingan investasi dan konservasi. Ekonomi Pancasila masih belum juga dimengerti oleh penguasa negeri. Ekonomi Islam juga belum tentu benar dalam pelaksanaannya. Credit union pun masih rentan.
Indonesia sudah selayaknya membangun sebuah sistem ekonomi alternatif. Kebijakan ekonomi moneter ataupun fiskal, menghilangkan ketahanan ekonomi lokal. Rentan terhadap krisis dan pada akhirnya akan menimbulkan kesengsaraan berkelanjutan.
Indonesia harus berani bersikap mandiri dengan meminta penghapusan utang luar negeri dan menolak utang baru. Kemudian sektor-sektor produktif rakyat dikembalikan. Investasi asing tidak lagi diperlukan. Sistem perdagangan harus diberikan sebagai keleluasaan rakyat mendistribusikan hasil produksinya. Kelompok marginal diutamakan memperoleh dukungan kapasitas dan permodalan. Pegawai negeri dikurangi. Pejabat publik digaji sedikit diatas UMP. Produksi bukan untuk mengejar pasar, tapi biarlah pasar mengejar produksi.
tak penting sistem ekonomi alternatif !












sebenarnya dalam ekonomi islam terdapat dua kepemilikan yakni kepemilikan umum dan kepemilikan pribadi, untuk kepemilikan umum bahwa semua potensi dan sumber daya alam dalam suatu wilayah kekuasaan islam dikelola oleh pemerintah dan dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat, disini dengan menggalakkan sektor riil dan kepemilikan pribadi tidak dibatasi tetapi ada zakat harta yang harus dikeluarkan namun bukan berarti bebas memiliki, maksudnya adalah tidak termasuk dalam sektor vital publik contohnya pertambangan, air, hutan jadi tidak ada sistem privatisasi seperti sistem kapitalis dan juga tidak sama dengan sosialis yang membatasi kepemilikan pribadi.
[tanggapi]