elang jawa dan cabe rawit
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
bila elang jawa menjadi langka karena hilangnya rumah kehidupan mereka di lereng gunung Halimun, maka cabe rawit menjadi mahal karena semakin menyempit lahan untuk memproduksinya. hamparan tanah yang luas dan berhutan, dalam waktu sekejap beralih menjadi perkebunan besar dan pertambangan. ladang-ladang pun harus bertarung untuk tetap dapat berada pada tempat rotasi yang tepat.
elang jawa memang tak terbang dekat. namun rumah impiannya tak pernah berpindah jauh. pada kawasan yang sama, ia akan kembali. bila tak ada pepohonan lagi, maka tak mungkin ia membangun gedung bertingkat untuk tempatnya tidur di malam hari. illegal logging selalu menjadi kambing hitam, padahal kambing hitam itupun tak pernah mampu menebang pepohonan.
begitu rakusnya makhluk penganut instanisme dalam kehidupan ini menjadikan rupiah sebagai sebuah indikator kehidupan. menjadi lupa terhadap kebutuhan dasar hidup, udara bersih, air bersih, makanan sehat. bencana ekologi pun dianggap sebagai anugerah. tak peduli lagi, yang penting keping emas terus mengalir. inilah kehidupan.
tak penting elang jawa dan cabe rawit !








Wadah bamamay