politik energi
By timpakul • Oct 29th, 2006 • Category: celoteh [
] - 123 dilihat -
Indonesia dan Cina sepakat menandatangani kontrak dalam bidang energi minimal senilai US$ 3,56 miliar. Kontrak ini ditandatangani dalam Indonesia-China Forum Energy II yang berlangsung di Kota Shanghai, Republik Rakyat Cina (RRC), Sabtu (28/10/2006). [detik]
Patut dipertanyakan politik energi yang tengah dimainkan oleh pemerintah hari ini. 6 (enam) proyek yang ditandatangani dengan pebisnis RRC, memiliki kecenderungan untuk eksploitatif terhadap kekayaan alam negeri. Walau sebelumnya Meneg ESDM pernah menyindir pebisnis AS, tapi sepertinya hanya sebagai sebuah pancingan agar lebih banyak investasi yang bermain di sektor energi. Karena senyatanya Indonesia telah menyiapkan dana Rp 13 triliun untuk pengembangan biodiesel dan 9 perusahaan telah siap menggarapnya.
Harus dilihat siapa saja dibali 6 pengusaha yang terlibat proyek dengan pebisnis RRC? Sejauh mana keterkaitannya dengan kepentingan politik saat ini? Dan kembali pada pertanyaan, mengapa harus dengan pebisnis RRC? Apa peran trio MPS? Sepertinya pemerintah telah merelakan kehancuran negeri ini, disaat Sumpah Pemuda diperingati tanpa kehadiran pejabat dan menjelang hari Pahlawan yang terlupakan.
tak penting politik energi !
Random Posts
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul



