(e)-leaderships

environment, education and information technology
Google

begaru pun tak diperbolehkan

By timpakul • May 18th, 2007 • Category: celoteh [ Cetak celoteh ] - 180 dilihat -
jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Bukan saja merusak tanaman hutan, para pencari dan penebang kayu Gaharu juga mengancam populasi satwa liar di kawasan hutan lindung Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Putussibau, Kalbar. [Antara]

semakin sulit untuk memilih aktivitas untuk mempertahankan kehidupan. setelah tak diperbolehkan menanam kopi, kali ini pun tak diperbolehkan bergaru (mengambil gaharu). keberadaan satwa kembali menjadi sebuah alasan. status kawasan pun dikedepankan. sementara saat ini, tak pernah lembaga konservasi internasional pernah tegas terhadap perusahaan-perusahaan di Malaysia, China, Eropa dan Amerika Serikat yang secara berkelanjutan menghabiskan kekayaan alam negeri ini. “harus ada bukti kuat“, ujar mereka.

ketidakseimbangan antara belahan bumi utara dan selatan saat ini akan memicu sebuah konflik berkelanjutan di negara-negara selatan yang merupakan penyedia sumberdaya bagi negara utara. secara perlahan namun pasti, penjajahan bertabir industri ramah lingkungan serta berlabel pembangunan berkelanjutan (sustainable development), mematikan kehidupan di sekitar sumberdaya.

sebagian besar lembaga konservasi internasional menguasai lahan dengan berbagai label, mulai dari kawasan kolaboratif, konsesi konservasi, kawasan restorasi, kawasan lindung lokal, hingga melakukan penguasaan dengan membeli langsung ataupun melalui sebuah perusahaan di negeri ini. setelah pulau-pulau juga diperdagangkan melalui perusahaan properti asing, berikutnya kawasan kehidupan rakyat juga semakin dikuasai oleh asing melalui lembaga konservasi internasional. kelestarian satwa menjadi jargon. tidak pernah jelas apa yang sedang mereka perbuat di negeri ini, selain sebuah kompensasi $500 ribu setiap tahunnya bagi institusi pemerintah yang mengelola kebijakan tersebut. selebihnya, kesengsaraan bagi komunitas lokal.

tak penting gaharu !

Random Posts

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word