menjadi seorang demonstran
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Semoga saja Film “Gie” tidak hanya menjadi Icon Ciptaan Industri Film yg kehilang makna perjuangan
Semoga saja Film Ini juga dapat merubah pikiran pikiran anak anak muda, anak anak kampus yang mapan yg saat ini lebih cenderung hedonis dan malas membaca (seperti saya dulu) untuk berpikir lebih maju melihat permasalah bangsa dan kemanusiaan yg berantakan Lebih berantakan saat Soe Hok Gie [F Alexander FW]
Entah mengapa, jadi tertarik mencari informasi tentang sosok Gie. Begitu mewabah sepertinya berbagai pihak menelisik ke Gie. Bagiku satu hal yang ingin dibedah… bagaimana seorang Gie….. menuliskan catatan hidup…. uraikan kata…. dan tetap berkata melalui media menulis…. entah apakah benar ia seorang demonstran ataukah tidak…. menulis adalah sebuah senjata…. untuk melahirkan keadilan….
Ungkapan Riri Riza, sang sutradara film Gie, dalam acara GoodMorning di sebuah stasiun televisi (10 Juli 2005: 08.55.wib) menjadi juga menarik, “menjadi jujur sangat bisa kita lakukan, ada keindahan dan ada hal yang baik disana, anak muda bisa punya peran penting dalam kehidupan ini..” Semoga ia juga seorang yang jujur dengan tidak sedang dalam proses mengkomersialkan seorang Gie. Seperti kata Mira Lesmana di detikhot.com, “Substansinya, saya dan beberapa teman di Miles Production ingin mengungkap eksistensi Gie sebagai aktivis di era kelam sejarah kita. Karena itu, saya tak menjual Soe Hok Gie dan Nico“.
Berikut beberapa link berkaitan dengan Gie:
- SOE HOK-GIE Seorang yang Konsisten
- Soe Hok Gie
- Kenangan Kepada Seorang Demonstran
- Lahirnya Sang Demonstran Gie Meminjam Wajah Nicholas
- Kaos
- Antara Soe Hok Gie Dan Nicholas Saputra
- I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist. - Soe Hok Gie
- Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan
- Idealisme berbandrol iklan Soe Hok Gie
- Soe Hok Gie: Prototipe Manusia Guru








Wadah bamamay