hidup di bawah laut

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Kita ketahui 40 persen wilayah DKI berada di bawah rata-rata permukaan air laut. Daerah-daerah itu harus diklasifikasikan sebagai habitat air. Karena banyak rawa sudah jadi kawasan usaha dan hunian, maka kita harus mencarikan teknologi pengalihan air ke tempat baru yang direncanakan. [Suara Pembaruan]

hidup di bawah permukaan laut. sepertinya masih nyaman-nyaman saja. kawasan rawa dan resapan air tetap saja digantikan gedung bertingkat untuk perkantoran, apartemen dan pusat perbelanjaan. kepentingan pemuas dahaga manusia sesaat menjadi lebih penting dibandingkan dengan kehidupan yang nyaman antar generasi.

pembangunan kota cenderung sporadis dan tanpa rencana. walau tata ruang kota telah dibuat, hanya menjadi sebuah pajangan di sudut kota yang lapuk oleh sang waktu. bantaran sungai yang telah bersih dari permukiman secara perlahan ditumbuhi permukiman baru, hanya karena tak ada yang mengingatkan. sementara, ruang-ruang terbuka di tengah kota secara perlahan ditumbuhi mal dan superblock yang tak peduli dengan ekologi.

kota. sebuah pusat ekonomi dan pemerintahan. menjadi gula bagi semut. hanya semut yang kuat yang akan mampu bertahan. selebihnya hanya akan menikmati remah-remah kota.

tak penting hidup di bawah laut !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>