haus …
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“tak ada pilihan. harus minum air dari kemasan. kalau air tanah, tak sehat. air PAM penuh dengan e-coli” ujar seorang yang pernah memimpin organisasi lingkungan.
air. menjadi kebutuhan hidup. tak hanya bagi melepas dahaga. dibutuhkan juga untuk membersihkan jiwa. memberikan kesegaran pada tanaman. mengairi lahan kehidupan petani sawah. kian hari, pertarungan perebutan air bersih terus meningkat. air minum dalam kemasan, telah semakin menggurita, demi pemenuhan kebutuhan warga kota.
“tak ada pilihan. sawah tak lagi dapat diairi sejak adanya perusahaan air minum dalam kemasan itu” ujar seorang petani di kaki pegunungan.
politik air. sebuah kepentingan harus dimenangkan. tak lagi memperhitungkan keberlanjutan kehidupan begitu banyak petani sawah di negeri ini, yang masih setia menengadah ke langit, menantikan tetes hujan terakhir bulan ini. mereka harus berubah gantungan hidup. pergi ke kota, entah bekerja sebagai apa. atau bertahan di kampung, dengan mengais rejeki dari beragam potensi yang tersisa.
air. sumber kehidupan. tak banyak lagi yang tersisa. kalau pun ada, tak lagi dapat memenuhi kebutuhan dahaga. perlahan, namun pasti. pintu kemiskinan terbuka lebar. hingga satu waktu, tak ada lagi kehidupan.
tak penting haus.. !











Wadah bamamay