heli
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
akhirnya terbukti bahwa helikopter yang disewa dengan tidak murah itu tak berdaya. terbuang-buang lagi anggaran rakyat untuk sekedar menyewa barang tak berarti. entah siapa yang lebih beruntung dengan keberadaan helikopter tersebut.
kebakaran hutan dan lahan bukanlah semata dapat ditaklukkan dengan teknologi. kekuatan kelompok rakyat di sekitar kawasan harusnya menjadi prioritas utama. selain juga dengan mengurangi penyebab kebakaran hutan dan lahan, yaitu perkebunan besar. apalagi bila terjadi di lahan gambut, yang apinya sukar menjadi padam. api di bawah permukaan tanah dapat seketika pindah di tempat baru tanpa terlihat.
pilihan pelayan publik negeri ini untuk memilih teknologi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan selalu tak pernah tepat. membuang-buang anggaran semata. dalam berbagai hal juga, ketika teknologi pemadaman api telah dimiliki, lalu kemudian menjadi sukar disaat mengoperasikan di lapangan. bisa karena tak ada tenaga untuk diterjunkan, ataupun ketiadaan biaya operasional. pembakaran hutan dan lahan sudah selayaknya memfokuskan pada upaya pencegahan, bukan semata penanggulangan.
tak penting heli !











Saya heran sudah 10 tahun, sejak tahun 97, para ahli kehutanan berkumpul di hotel mewah berbicara dan merumuskan tentang langkah-langkah mengatasi kebakaran hutan. Sementara di alam, setiap tahun ada saja kasus laporan kebakaran hutan. Sudah berapa banyak uang yang dihabiskan menteri kehutanan untuk memadamkan api? Saya heran lagi, kenapa semua urusan harus menjadi tanggungjawab pemerintah, kenapa tidak ada lagi partisipasi masyarakat?
[tanggapi]
heli .. gong…gong..gong.. kemari…gong…gong…gong
ayo lari-lari.
[tanggapi]