hujan di awal musim kemarau

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

harusnya tak lagi hujan sekarang, kan sudah masuk musim kemarau” ujar seorang pengemudi angkutan.

ketidaksesuaian cuaca seolah menjadi barang aneh bagi sebagian orang di sepanjang pulau Jawa. beberapa menganggapnya sebagai sebuah anomali iklim. dan lainnya menganggap sebagai sebuah dampak dari perubahan iklim akibat pemanasan global.

kondisi yang wajar, bila dilihat pada wilayah tropis yang basah, masa hujan dan kering tak pernah menentu. di sepanjang jalan samarinda-balikpapan, ada sebuah bukit yang selalu hujan pada tahun-tahun yang lalu. saat ini malah terkadang lebih sering menjadi sangat kering. sebuah pergeseran pula akan pola distribusi panas di permukaan bumi.

kejadian hujan dan kekeringan, bukan semata akibat sebuah kondisi iklim makro, namun juga sangat ditentukan oleh iklim semi-makro dan iklim mikro pada sebuah kawasan. keberadaan pepohonan sangat menentukan jatuhnya tetesan air dari langit. pada wilayah yang sangat berpepohonan dan berbukit, sering terjadi hujan, sekalipun pada musim kemarau. dan sebaliknya, pada wilayah non-berpepohonan, dan cenderung landai, cenderung tak tersentuh oleh tetesan air langit.

mencoba mempercayai pemanasan global memang tak salah, namun menjadi penting juga untuk melihat sebuah kondisi yang lebih mikro darinya. apa yang ada di kawasan sekitar, apakah kemudian cukup pepohonan untuk menjadi pengikat hadirnya air, hingga pada sebuah ketersediaan hutan yang cukup luasannya.

Jawa, sangat kritis akan pepohonan. sebagian besar digantikan oleh gedung bertingkat ataupun pusat industri. sistem bangunan rumah tradisional Jawa, Betawi, Sunda, Banten dan suku lainnya di wilayah daratan pulaunya, sangat melihat aspek interasi antara kebutuhan hidup manusia dan ketersediaan air. hanya kemudian, ketika desakan industrialisasi yang berimbas pada terjadinya akumulasi jumlah manusia pada pulau Jawa, menjadikannya mulai ditinggalkan secara perlahan. beberapa komunitas pun sudah berujar “kami terancam dalam mempertahankan hutan kami yang terakhir“.

pilihan hari ini bagi kepulauan di Indonesia adalah mempertahankan, setidaknya, 30% dari kawasan daratan hingga pesisir untuk tetap berpepohonan dalam satu kesatuan yang utuh dan menyebar secara merata. hutan kota, mangrove, jalur hijau hingga hutan pegunungan, secara perlahan harus dikembalikan fungsinya. bukan pula sekedar biopori, karena takkan mampu menggantikan fungsi pepohonan. hujan di awal musim kemarau, semoga menjadi sebuah tanda kebaikan bagi kota ini.

tak penting hujan di awal musim kemarau !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>