benang basah hukum
By timpakul • 28 Jul 2007 • Category: celoteh [
] -
347 dilihat
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“saya tahu dia menjual telur penyu. apakah saya harus melaporkannya ke aparat pemerintah?” tanya seorang kawan.
di saat hukum masih bagai menegakkan benang basah, haruskah percaya pada aparat penegak hukum negeri ini. ketika memperoleh sebuah kasus pelanggaran hukum, maka tindakan yang dipilih adalah negosiasi. bisa jadi kumpulan lembaran hijau dalam sebuah amplop putih, atau malah sebuah sedan hitam bernomor polisi putih di garasi rumah. sukarnya menegakkan benang basah karena telah mendarahdagingnya perilaku menyimpang, sehingga kemudian terbentuklah sebuah budaya tanpa malu.
tak penting benang basah hukum !
timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul












kan banyak cara kalau mau meluruskan benang basah. jangan ditegakkan.. digantung aja, atau ditaruh di lantai. yang mustahil kok dicari-cari…
tanggapi
yang mustahil penting dicari… karena negeri ini sebagian menyenangi yang mustahil…
tanggapi