menapaki ruang

langkah perlahan di sela rerumputan
Google

benang basah hukum

By timpakul • 28 Jul 2007 • Category: celoteh [ Cetak celoteh ] - 347 dilihat

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“saya tahu dia menjual telur penyu. apakah saya harus melaporkannya ke aparat pemerintah?” tanya seorang kawan.

di saat hukum masih bagai menegakkan benang basah, haruskah percaya pada aparat penegak hukum negeri ini. ketika memperoleh sebuah kasus pelanggaran hukum, maka tindakan yang dipilih adalah negosiasi. bisa jadi kumpulan lembaran hijau dalam sebuah amplop putih, atau malah sebuah sedan hitam bernomor polisi putih di garasi rumah. sukarnya menegakkan benang basah karena telah mendarahdagingnya perilaku menyimpang, sehingga kemudian terbentuklah sebuah budaya tanpa malu.

tak penting benang basah hukum !

  • Facebook
  • Delicious
  • Google Bookmarks
  • Multiply
  • Twitter
  • Technorati Favorites
  • Care2 News
  • StumbleUpon
  • Gmail
  • Share/Save/Bookmark
  • No Related Post

timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul

2 Responses »

  1. kan banyak cara kalau mau meluruskan benang basah. jangan ditegakkan.. digantung aja, atau ditaruh di lantai. yang mustahil kok dicari-cari…

    tanggapi

  2. yang mustahil penting dicari… karena negeri ini sebagian menyenangi yang mustahil… :-D

    tanggapi

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word