hutan yang berubah
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
secara alami, hutan mengalami proses suksesi dan perubahan secara perlahan menuju pada titik jenuhnya. tak beda dengan departemen kehutanan yang juga selalu mengubah aturan hingga semakin berpihak pada kepentingan yang entah apa. selain juga bahwa website dephut saat ini menggunakan drupal, juga telah lahir dua peraturan terbaru di awal tahun ini.
satu peraturan tentang penerimaan negara bukan pajak akibat penggunaan hutan untuk kepentingan di luar kehutanan, dan satunya tentang perubahan PP No. 6 tahun 2007 yang sepertinya akan diubah setiap tahun tergantung pada kepentingan yang sedang dimainkan.
PP No 2 tahun 2008 ini semakin menguatkan upaya penghancuran secara sistematis kondisi ekologi indonesia. lahan yang telah ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi, kemudian dinilai dengan rupiah, yang pada gilirannya melegitimasi kekuatan penghancuran ekologi. kepentingan pertambangan yang telah mencabik-cabik kerak bumi selalu memperoleh pembelaan dari pemerintah.
lihat saja banjir, longsor dan kekeringan yang terjadi. bukanlah sebuah hal yang terpisahkan dari proses penghabisan hutan. generasi tambang yang selalu haus akan keping emas, menjadikan tak lagi dipedulikan kepentingan kehidupan generasi hari ini. apa lalu kemudian setiap manusia akan hidup dengan memakan batu bara dan meminum minyak bumi?
perhiasan emas, perak ataupun perunggu yang digunakan hanyalah sebuah kesemuan dunia. ujian kesederhanaan yang tak pernah mudah dijawab oleh setiap individu. kekayaan yang diharapkan kekal tak jua akan pernah memuaskan dahaga nafsu. gelombang kekacauan akan terus terjadi, karena robot keserakahan belumlah pergi ke galaksi lain.
hutan yang berubah. selalu berubah menuju kematiannya. yang kemudian akan mematikan begitu banyak makhluk yang bergantung kepadanya. manusia akan musnah. peradaban menjadi hilang. takkan ada sebuah hal yang mampu menahannya. tak perlu menjadi manusia sadar. karena semua telah terlambat.
tak penting hutan yang berubah !






negara hanya organisasi, organisasi hanya alat, alat tergantung siapa yang memainkan. player perlu hasil..
hutan?masa bodohlah klo ga menghasilkan..