iklan
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Bagaimana dengan majalah berita memasang advertorial dari perusahaan perusak lingkungan? Yang penting tetap menampilkan liputan yang kritis — dengan maupun tanpa iklan dan advertorial yang bernada menyangkal. Semua pihak harus dilayani. [BloGombal]
Bisnis media menjadi sebuah pertarungan antara idealisme dan bisnis. Pertarungan yang terkadang saling menghilangkan. Di saat kekuatan bisnis berada lebih dari 51% maka pemodal-lah yang memenuhi ruang berita. Bisa jadi pengiklan melakukan intervensi. Bahkan kondisi hari ini, beberapa media merelakan halamannya tidak lagi untuk publik, namun hanya bagi pemerintah dan pengiklan.
Idealisme media hanyalah sebuah kehidupan sesaat. Modal menjadi kuasa. Zine masih belum menjadi petarung yang tangguh ketika berhadapan dengan media massa yang dikuasai pemodal. Namun asa pasti ada. Blog, media alternatif. Zine, media bagi publik. Saatnya memenangkan pertarungan.
tak penting iklan !








Asyiikkk. Ada yang membuka diskusi. Setelah itu pendekatannya adalah ngeliat dulu seberapa ruang yang dipakai buat meladeni iklan? Tepatnya: iklan terang-terangan, bukan iklan tersembunyi hasil imbauan maupun suapan. Oh yang ebih mengerikan lagi tanpa bayar tapi wartawannya merasa sudah kewajibannya memberitakan hal yang bukan urusan pembaca
Pengiklan itu tak selamanya perusahaan. Bisa juga kandidat dalam pilkada dan lain sebagainya…
Hmm….
“Survival of the fittest”