<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pemanasan Global dan Obral Karbon</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/iklim-12.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/iklim-12.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Fri, 16 May 2008 03:06:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Purwanto</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/iklim-12.html#comment-8478</link>
		<dc:creator>Purwanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 06:10:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/iklim-12.html#comment-8478</guid>
		<description>Saya yakin dan berharap indonesia, khususnya kaltim  dan papua bisa kembali menjadi cerminan kehutanan, khususnya jenis hutan tropika basah (tropikal rain forest) bagi dunia. Akan tetapi terlalu banyak karyawan baik orang pribumi kalimantan timur, orang indonesia tapi dari luar kalimantan timur bahkan ORANG ASING yang terlena mengarap tanah kalimantan timur dengan seenaknya tanpa memeperhatikan kondisi ekosistem dan ekologinya. Sebenarnya sudah bisa kita rasakan begitu panasnya kaltim saat ini dengan hilangnya tropikal rain forest tetapi pertanyaannya SIAPA YANG MEMBERI IJIN DAN MENGAPA SEMAKIN MELUAS KERUSAKANNYA? Sebagai akademisi dan intelektual kehutanan sebaiknya ada poin-poin yang sebenarnya dapat kita kritisi disetiap daerah-daerah, khususnya kehutanan kaltim. Memang benar banyaknya lulusan kehutanan baik dari UGM, IPB, UNMUL bahkan STIPER yang berintelektual kehutanan produktif akan tetapi mereka lupa akan ekologi dan ekosistem. Hal inilah yang harusnya dibagikan atau mungkin kita shareing bersama-sama kepada semua forester tentang pentingnya kelestarian sumberdaya alam hayati.

SALAM RIMBA DAN SALAM KENAL
BY :" BAGONG", Purwanto</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya yakin dan berharap indonesia, khususnya kaltim  dan papua bisa kembali menjadi cerminan kehutanan, khususnya jenis hutan tropika basah (tropikal rain forest) bagi dunia. Akan tetapi terlalu banyak karyawan baik orang pribumi kalimantan timur, orang indonesia tapi dari luar kalimantan timur bahkan ORANG ASING yang terlena mengarap tanah kalimantan timur dengan seenaknya tanpa memeperhatikan kondisi ekosistem dan ekologinya. Sebenarnya sudah bisa kita rasakan begitu panasnya kaltim saat ini dengan hilangnya tropikal rain forest tetapi pertanyaannya SIAPA YANG MEMBERI IJIN DAN MENGAPA SEMAKIN MELUAS KERUSAKANNYA? Sebagai akademisi dan intelektual kehutanan sebaiknya ada poin-poin yang sebenarnya dapat kita kritisi disetiap daerah-daerah, khususnya kehutanan kaltim. Memang benar banyaknya lulusan kehutanan baik dari UGM, IPB, UNMUL bahkan STIPER yang berintelektual kehutanan produktif akan tetapi mereka lupa akan ekologi dan ekosistem. Hal inilah yang harusnya dibagikan atau mungkin kita shareing bersama-sama kepada semua forester tentang pentingnya kelestarian sumberdaya alam hayati.</p>
<p>SALAM RIMBA DAN SALAM KENAL<br />
BY :" BAGONG", Purwanto</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
