illegal logging: terlalu banyak pekerjaan rumahnya
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
illegal logging (atau lebih suka menyebutnya destructive logging) sepertinya telah menjadi sebuah trend baru di lingkaran politik regional dan internasional. agak mengejutkan, ternyata negeri ini merupakan leading untuk isu kehutanan di kawasan ASEAN. namun belum juga ada langkah konkret negeri ini untuk memimpin perbaikan peredaran kayu di wilayah ini.
bila selama ini Malaysia dan Singapura, serta Vietnam merupakan negara antara dalam perdagangan kayu hasil destructive logging, maka seharusnya negeri ini dapat melakukan tindakan untuk memberangusnya. telah ada perjanjian negara ASEAN, bahkan dunia untuk memberantas destructive logging, tapi tak jua pernah ada sebuah perubahan berarti.
bola telah ada di negeri ini, tinggal bagaimana pelayan publik negeri ini menentukan arah geraknya. apakah kemudian akan beristirahat, sambil menimang-nimang bola, ataukah langsung menggiring bola ke jantung permasalahan. jalan telah ada, hanya apakah kemudian ada keinginan untuk menjalaninya.
ataukah masih terlalu banyak keraguan negeri ini? juga masih terlalu tidak punya rasa percaya diri untuk menggerakkan roda pembangunan sektor kehutanan di ASEAN. dimanakah sebuah kunci pemutarnya yang mampu menggerakkan? ataukah sebenarnya, karena terlalu banyak yang menikmati destructive logging?
tak penting illegal logging !






Wadah bamamay