kampanye anti illegal logging
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Alhamdulillah…setidaknya bersyukur ada yang mau atauwa yang telah membuka mata dan mengerti serta menyadari “siapa dibalik siapa”, “apa dibalik apa”, dan “kenapa dibalik kenapa”. Mari membuka mata…semoga diberi “pencerahan dari Nya”. [milis apksa]
Begitulah tanggapan dari seorang kawan terhadap respon diriku tentang Kampanye Anti Illegal Logging. Sejak lama sebenarnya memiliki tanda tanya besar terhadap sebuah kampanye besar-besaran yang dilakukan oleh berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Jutaan dollar telah terkucur ke tanah Indonesia. Hasilnya, hingga saat ini belum satupun pelaku utama illegal logging tertangkap. Dan senyatanya, hingga saat ini komitmen Amerika Serikat dan negara-negara Eropa agar tidak menerima kayu illegal masih belum terbukti. Nyatanya AS dan Negara Eropa masih saja menampung kayu illegal Indonesia yang dilewatkan melalui Malaysia, Vietnam, China dan Jepang.
Ada apa dibalik ini semua? Adakah ini hanya menjadi sebuah bisnis saja? Sebuah permainan uang dan pembodohan terhadap publik. Jauh sebelum ini, di tahun 2003, diriku pernah juga menolak kehadiran GreenCom, sebuah kontraktor dari AS, yang ingin melakukan kampanye anti illegal logging di Kaltim.
Pemikiran sederhana terhadap aktivitas penghancuran hutan melalui illegal logging bahwa senyatanya hanya pelaku lapangan yang menjadi korban. Pendapatan harian sekitar 25 ribu-100 ribu, harus dikorbankan oleh yang berpendapatan 1 - 10 juta per hari. Adakah sebuah harapan terhadap perbaikan hutan disana?
Senyatanya aktivitas penanganan illegal logging melalui operasi hutan lestari, wanalaga, hingga wanabahari, hanya aktivitas penghamburan uang negara, dimana hasil lelang dari kayu tangkapan tidaklah sesuai dengan nilai yang dikeluarkan untuk melaksanakan operasi. Dan juga lebih parahnya, tidak satupun aktor utama yang di proses secara hukum.
Haruskah terus membohongi publik atas nama penyelamatan hutan?








Wadah bamamay