Menuju Dunia Datar
By timpakul • Oct 28th, 2007 • Category: urai [
] - 243 dilihat -
Pergerakan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi telah membawa makhluk di permukaan bumi menuju sebuah dunia tanpa batas. Globalisasi, sebuah kata yang tak lagi asing dalam sebuah percakapan keseharian, merupakan sebuah hal yang didorongkan oleh negara-negara utara untuk menuju pelepasan batas-batas aktivitas kehidupan dalam batas-batas negara.
Sistem ekonomi dunia yang saat ini sangat dikendalikan oleh kepentingan kapital negara utara, telah menjadikan seolah tak ada lagi batas di antara negara. Di sisi lain, negara-negara selatan yang belum kokoh pondasi perekonomiannya, cenderung tercengkeram oleh kepentingan negara industri.
Sebuah dunia datar tanpa batas, tak akan mampu dicegah. Sebuah sistem baru tatanan kehidupan manusia akan dilahirkan, dari interaksi antar manusia yang saat ini tersekat dalam batasan negara. Namun menjadi penting untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan yang berkeadilan dan tanpa penindasan, disaat dunia datar terwujudkan.
Sebuah Pintu Perubahan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan sebuah pintu menuju dunia datar. Begitu cepatnya perkembangan TIK di dunia industri, telah menggiring sebuah mekanisme sosial manusia saat ini di dunia. Tanpa perlu waktu yang lama, perjumpaan dapat dilakukan. Hanya sebua nilai (etik) yang menjadi pembatas dalam pengembangan sistem kehidupan yang menggunakan TIK.
Indonesia, sebagai sebuah wilayah yang dianugerahi kelimpahaan kekayaan alam, tak akan menerima manfaat apapun, disaat dunia datar terwujud. Kendali ekonomi pasar yang begitu mencengkeram negeri ini, telah menjadikan keping emas sebagai sebuah kuasa atas segalanya. Kekuatan modal dan negara industri telah berupaya menjadi penguasa baru dalam dunia datar. Kekuatan uang hanya akan bisa dipatahkan oleh sebua solidaritas dari negara-negara selatan yang merupakan negara berlimpa kekayaan alam.
TIK merupakan salah satu hal yang kemudian harus dikuasai oleh generasi Kaltim di masa datang. Wajar saja bila kemudian kelompok pegiat TIK Kaltim bermimpi untuk mendorongkan kelahiran lembah silicon (sebuah istilah bagi pusat industri TIK) di sebuah tempat di Kaltim, karena bila India telah mampu melakukan, mengapa negeri ini tak mampu mewujudkannya.
Kekuatan Dunia Maya
Dunia maya, sebuah sebutan bagi interaksi manusia dan mesin dalam sebuah dunia yang tak terwujud melalui TIK, memiliki sebuah kekuatan tersendiri dalam mendorong sebuah perubahan menuju dunia datar yang berkeadilan. Sebagian besar solidaritas antar kelompok masyarakat telah terdorong melalui interaksi di dunia maya. Banyak gagasan yang bermunculan dari uraian ungkapan yang tanpa batas.
Aksi-aksi dunia nyata saat ini telah dengan mudah diketahui oleh belahan dunia lainnya dalam waktu yang tak terlalu lama, bahkan negara pun takkan mampu mengendalikannya, karena TIK merupakan salah satu jalan dunia tanpa batas negara. Komunitas dunia maya pun berkembang dengan sangat cepat, yang bahkan sebuah industri mencoba membangun sebuah kehidupan kedua (second live) di jejaring maya, yang juga melakukan berbagai aktivitas kehidupan, termasuk transaksi ekonomi dan sosial.
Peran dan kekuatan dunia maya telah menunjukkan salah satu posisinya tersendiri dalam kehidupan manusia saat ini. Bila pada masa lalu, harus melakukan lari marathon terlebih dahulu untuk mengabarkan sebuah pesan penting, saat ini hanya dengan sepersekian detik, ratusan, ribuan, bahkan jutaan manusia akan mengetahui sebuah pesan.
Dunia maya, merupakan sebuah kekuatan sosio-kultur baru dalam kehidupan masa datang. Bila saja generasi negeri ini tak mampu membangun kapasitasnya, maka suatu waktu akan menjadi sebuah generasi yang dilupakan dalam berkehidupan di permukaan bumi. Pertarungan akan menjadi lebih keras dan kompetitif, dan hanya kelompok yang kuat yang akan mampu mempertahankan peradabannya di dunia datar.
Pertarungan Gagasan di Dunia Maya
Blog, merupakan sebuah alat untuk menuangkan gagasan dan hasil kerja otak melalui dunia maya. Berjuta blog telah tumbuh dan berkembang di dunia. Lebih dari 150 ribu blogger (penulis blog) telah hadir di negeri ini. Miliaran gagasan telah lahir dan berinteraksi di jejaring maya. Beberapa diantaranya menjadi sesuatu di kehidupan hari ini. Beberapa jejaring blog terbangun dalam sebuah semangat kebersamaan dan keinginan bersama untuk melakukan perubahan yang lebih baik pada peradaban dunia datar di kemudian hari.
Blogger dunia telah bersatu melalui Hari Aksi Blog (blog action day) yang dilakukan setiap tanggal 15 Oktober. Satu isu, berjuta gagasan untuk perbaikan sebuah kehidupan manusia. Di tahun ini, dengan mengangkat isu lingkungan hidup, telah pula menjadi sebuah hal yang didukung oleh lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu United Nation for Environment Program (UNEP).
Sementara itu, para blogger Indonesia berpesta pada 27 Oktober di sebuah tempat yang bukan murah. Kelompok pemodal pun ikut serta bermain peran di dalamnya. Blog telah pula menjadi sebuah alat bagi kelompok kepentingan yang tetap ingin menjadi penguasa dunia datar melalui keping emas. Dengan sebuah dalih mempertemukan gagasan di dunia nyata, para pelontar gagasan di dunia maya telah melupakan arti penting jejaring kebersamaan dunia maya.
Kedua kondisi tersebut menjadikan blog sebagai sebuah pertarungan gagasan di dunia maya. Yang oleh kelompok pemodal juga dijadikan sebagai arena menguatkan cakarnya menjelang peradaban baru. Sementara bagi kelompok lain, blog merupakan sebuah bangunan solidaritas baru bagi sebuah peradaban yang lebih berkeadilan bagi seluruh makhluk di permukaan bumi.
Mempersiapkan Anak Negeri di Dunia Datar
Globalisasi yang telah masuk dalam berbagai sendi kehidupan di negeri ini sekarang, tak mungkin untuk ditolak. Dari sejak bangun tidur, hingga tidur lagi, bahkan di saat bermimpi, globalisasi telah menjadi sebuah “hantu”. Bila saja “roh jahat” yang menguasai globalisasi, maka akan semakin banyak komunitas yang hanya akan tercatat dalam sebuah buku sejarah di museum.
Anak negeri, harus dibangun kekuatan dan kapasitasnya dalam mempersiapkan berbagai sendi kehidupan dalam menghadapi dunia datar. Namun, peran pemerintah hari ini menjadi penting agar anak negeri tak harus terhempas dalam cengkeraman “setan” globalisasi yang tak memiliki etika kehidupan.
Dalam fase antara, pemerintah harus mulai mendukung dan mempercepat penguatan kapasitas anak negeri dalam penguasaan TIK. Anak negeri sudah harus mampu berada di belahan dunia lain dalam waktu yang singkat dan murah. Anak negeri tak harus duduk manis di tepi sungai yang menghitam sambil berkhayal sedang mengirimkan sebuah email bagi seorang kawan di negeri antah berantah.
Pemerintah sudah selayaknya membangun sebuah peta jalan (road map) untuk mempersiapkan generasi berikutnya di negeri ini agar mampu bertarung di dunia datar, demi memperjuangkan sebuah keadilan kehidupan. Dukungan terhadap ketersediaan TIK yang aksesable menjadi hal sederhana yang dapat dilakukan.
Sistem pendidikan yang terbaik dan gratis yang didukung dengan layanan kesehatan yang baik dan gratis, menjadi sebuah tuntutan yang harus dipenuhkan oleh pemerintah. Kurikulum pembelajaran yang memacu kerja-kerja logika otak harus kembali ditumbuhkan sejak seorang anak mulai mengenal aksara. Dialektika antar manusia, alam dan sejarah kehidupan sudah saatnya dikenal lebih dini oleh anak negeri.
Perubahan pasti terjadi. Perubahan akan menjadi baik bagi kehidupan generasi berikutnya bila memang diinginkan untuk sebuah kebaikan bersama. Perubahan akan menjadi penghancuran sebuah komunitas, bila dikuasai oleh “setan” dunia. Pilihannya ada pada pelayan publik negeri ini, berdiam diri dengan perubahan atau mempersiapkan generasi negeri ini untuk bertarung menuju sebuah peradaban yang berkeadilan pada dunia datar tanpa batas.
Random Posts
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul

(1 votes, average: 4 out of 5)


thx, artikelnya sangat menarik...
ingin sekali bikin tulisan senada, sekalian minta ijin untuk nge-link kesini ya...