jelantah antah berantah

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Perusahaan tersebut siap menampung berapapun produski minyak jelantah dari masyarakat, karena hingga kini jumlahnya masih kecil, yakni sekitar 1.000 ton, padahal jika memungkinkan dapat menampung hingga 150.000 ton. [Kaltim.go.id]

Jelantah. Selama ini dilihat sebagai sebuah limbah. Ternyata jelantah bisa membuat kucing akan senang nongkrong di belakang kendaraan bermotor. Biodiesel dari minyak jelantah tentunya akan mengurangi keinginan banyak orang untuk mengguna ulang minyak gorengnya.

Penggunaan minyak goreng secara berulang-ulang tersebut akan menyebabkan oksidasi asam lemak tidak jenuh yang kemudian membentuk gugus peroksida dan monomer siklik.Penyimpanan yang salah dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkannya pecahnya ikatan trigliserida pada minyak, lalu membentuk gliserol dan asam lemak bebas (free fatty acid/FFA). Asam lemak bebas inilah (FFA) yang kemudian menimbulkan ketengikan. (indohalal)

Kalau sudah ditemukan teknologi bio-diesel dari minyak jelantah, harusnya pemerintah tidak usah terlalu sibuk lagi untuk menanam jarak pagar ataupun memperluas kebun kelapa sawit yang telah ada. Hingga kemudian masih akan lebih luas kawasan hutan yang tersisa yang menjadi sumber kehidupan bagi 40-60 juta rakyat Indonesia.

tak penting jelantah !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

3 ikung bamamay celotehan “ jelantah antah berantah ”

  1. Yang jelas, jelantah buruk bagi program diet dan kesehatan :mrgreen:

    [tanggapi]

  2. kakanda,malinau identik kayan mentarang, diklaim paru paru dunia yang masih perawan, sejalan dengan visi kabupaten malinau, sebagai kabupaten konservasi. Konservasi untuk hutannya, alamnya,dan terkenal dengan desa setulang yang mendapat kalpataru untuk hutan adatnya yang masih asli. pernah dengar nggak.

    [tanggapi]

  3. ya… dua kali menjelajah di malinau. kabupaten konservasi. setulang dan kalpataru. alango dengan kesejarahan dan arkeologinya. saatnya malinau untuk menjadi lebih baik. rakyat malinau berdaulat atas sumber kehidupannya.

    [tanggapi]

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>