w.y.s.i.w.i.t
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
notulist, sebuah pekerjaan yang masih belum mendapat penghargaan yang layak. memindahkan perkataan dalam bentuk teks sehingga dapat berbagi informasi bukanlah sebuah aktivitas yang mudah. perpaduan antara pendengaran dan gerak jari. beberapa harus mengkombinasikan dengan penglihatan dan kerja otak yang cepat. masih belum cukup teknologi informasi hari ini untuk menggantikan perannya.
wysisit (what you say is what i type) bukanlah sekedar untuk menuliskan sebuah kesimpulan dari sebuah perkataan yang cenderung bertele-tele dari sebuah pertemuan. notulist harus menuliskan kata per kata yang terucap, bila ingin memperoleh transkrip sebagai sebuah risalah dari perbincangan. belum cukup banyak di negeri ini yang memiliki kemampuan ini. hanya segelintir yang mampu mencapai level 50% penangkapan. dan mungkin hanya satu orang saja yang ada di negeri ini yang berprofesi sebagai notulist mampu mencapai level 80-95%. bahkan sangat jarang yang mampu bila mengerjakan secara bersamaan sebuah transkrip, resume dan ringkasan umum. namun sayang, notulist masih menjadi sebuah profesi yang tak dipandang penting. sehingga begitu banyak perbincangan berulang dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya. notulensi ataupun risalah tak menjadi barang yang dibaca ataupun dijadikan acuan berpijak. prosiding hanya menjadi sebuah pengganjal di lemari buku berdebu.
tak pentign wysiwit !







bagi pembelajar, rekaman proses/ notulis ato apapun namanya sangat berguna untuk belajar proses sebuah pertemuan, misal memahami alur fasilitasi, mengambil pelajaran materi yg tepat untuk pertemuan sejenis di waktu yg lain ato belajar jenis2 icebreaker ator belajar jenis2 evaluasi dan banyak lg… tp aku setuju seringkali hasil kerja seorang notulen hanya sekedar utk bhn laporan ato menjadi arsip yg disimpan dan tak pernah dibaca…
Wuehehe…Promosi kah Mang?
Tapi saya termasuk yang suka baca prosiding loh..;)
Kalo yang ngomong yang itu-itu lagi dan tentang itu-itu lagi yang bakal terulang-terulang lagi…
saatnya promosi… he..he…