menjadi jujur

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Menjadi jujur. Kata yang sulit. Apalagi kalau sudah berada dalam suatu forum yang dihadiri pada pejabat dan “investor”. Selalu saja memilih diam ataupun berkata manis. Dalam beberapa pertemuan telah orang yang mencoba mengungkapkan sesuatu yang sebenarnya tanpa sebuah bungkus pemanis bibir, akan dianggap sangat aneh. Dan lebih anehya lagi, ketika tak ada banyak orang mendengar, semua berkata, “benar yang kau katakan tadi”. Lalu, apa gunanya ada hati, bila harus memendam kebohongan? Apa gunanya ada nurani, bila kata palsu yang dikumandangkan?

Sepertinya harus bercermin lagi di pagi ini…

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>