makna sebuah penghargaan
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Permasalahan penghargaan terhadap yang melakukan sesuatu bagi lingkungan hidup mulai bermunculan. Mulai dari sebuah email tentang kalpataru, yang ternyata tidak hanya terjadi terhadap seseorang saja. Juga tentang Adipura, penghargaan terhadap kelakuan kota terhadap lingkungan hidup. Sebuah prestasi dan prestise berada diantara keduanya. Kebanggaan bagi penerima adalah sebuah gambar beraura positif ketika dinyatakan sebagai penerima penghargaan lingkungan hidup.
Pemerintah dan lembaga tertentu, mencoba menjadikan sebuah penghargaan terhadap sebuah “pompa” bagi bergeraknya lebih banyak pihak untuk lingkungan hidup. Mungkin tak hanya itu, penghargaan yang diberikan juga diharapkan mampu menjadi sebuah komitmen dan konsistensi dalam berperilaku bagi lingkungan hidup. Reaksi yang muncul dari lembaga pemberi penghargaan juga beragam. Ada yang langsung dengan emosional mengatakan bahwa pihak yang menyampaikan informasi sebagai pihak yang tidak tahu tentang sesuatu ataupun malah cenderung dikatakan sebagai “anak kecil”.
Kasus demi kasus akan terungkap dalam perjalanan waktu. Bukan dalam rangka mengecilkan arti sebuah penghargaan, justru bermunculannya kasus-demi-kasus akan menjadi sebuah kekuatan bagi pemberi penghargaan agar memberikan penghargaan dengan tetap dan bukan semata memberi penghargaan. Sama halnya dengan sebuah penghargaan Nobel, yang tahun ini diberikan pada Al Gore dan lembaga IPCC, tak lepas dari kontroversi. Diduga ada kepentingan politik juga yang memainkan perannya.
Dalam banyak kasus, penghargaan hanyalah diberikan kepada kelompok kelas menengah ke atas. Tak pernah terlihat sebuah penghargaan bagi mereka yang benar-benar berbuat bagi lingkungan hidup. Misal kepada kelompok pekerja informal persampahan (atau lebih dikenal pemulung), pekerja kebersihan, ataupun kepada seorang yang telah menanam sedikit lahannya dengan pepohonan. Tak pernah mereka didengar oleh publik. Namun antar rakyat suara itu tetap terdengar. Kawan-kawan yang berada di garis depan perjuangan bagi lingkungan hidup akan tetap memiliki konsistensi dalam geraknya.
Penghargaan, hanyalah sebuah simbol. Yang tak pernah akan mampu bertahan ditengah pertarungan kehidupannya. Konsistensi hanya akan mampu bertahan saat kebutuhan “satu jengkal” telah terpenuhi. Perlahan namun pasti, yang akan mampu konsisten hanyalah mereka yang memiliki orientasi dan ketetapan hati yang kuat. Bukan karena ingin memperoleh penghargaan. Namun hanya ingin agar anak dan cucunya tetap memperoleh kehidupan yang lebih baik dari lingkungan hidup di sekitarnya.
tak penting makna sebuah penghargaan !











Wadah bamamay