<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Karst: Kawasan Terakhir Untuk Berkehidupan</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/karst-kawasan-terakhir-untuk-berkehidupan.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/karst-kawasan-terakhir-untuk-berkehidupan.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:24:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: timpakul</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/karst-kawasan-terakhir-untuk-berkehidupan.html#comment-8593</link>
		<dc:creator>timpakul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 03:44:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/karst-kawasan-terakhir-untuk-berkehidupan.html#comment-8593</guid>
		<description>Kawans, berhentilah berpikir tentang DEVISA yang perlu dihasilkan dari negeri ini. ada sebuah nilai kehidupan yang akan sangat panjang yang dibutuhkan oleh anak negeri ini. haruskah selalu berpikir tentang keping emas?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kawans, berhentilah berpikir tentang DEVISA yang perlu dihasilkan dari negeri ini. ada sebuah nilai kehidupan yang akan sangat panjang yang dibutuhkan oleh anak negeri ini. haruskah selalu berpikir tentang keping emas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anak Nusantara</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/karst-kawasan-terakhir-untuk-berkehidupan.html#comment-8592</link>
		<dc:creator>Anak Nusantara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 03:23:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/karst-kawasan-terakhir-untuk-berkehidupan.html#comment-8592</guid>
		<description>Berbicara karst dilihat dari kacamata sosial ekonomi masyarakat melawan politik ekonomi pendapatan negara maka kita disajikan oleh kemampuan masyarakat yang ekstraktif secara langsung pada areal karst. Berbicara hal ini maka akan tampak egosektoral yang tampak dalam menjadi "penyandang dana" dalam bantuan proyek luar negeri.

Dari pada mencari mana penting, maka alangkah baiknya kita berbicara:
PENTING DAN SIGNIFIKANKAH KARST UNTUK MENAMBAH DEVISA???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara karst dilihat dari kacamata sosial ekonomi masyarakat melawan politik ekonomi pendapatan negara maka kita disajikan oleh kemampuan masyarakat yang ekstraktif secara langsung pada areal karst. Berbicara hal ini maka akan tampak egosektoral yang tampak dalam menjadi &#8220;penyandang dana&#8221; dalam bantuan proyek luar negeri.</p>
<p>Dari pada mencari mana penting, maka alangkah baiknya kita berbicara:<br />
PENTING DAN SIGNIFIKANKAH KARST UNTUK MENAMBAH DEVISA???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: meiy</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/karst-kawasan-terakhir-untuk-berkehidupan.html#comment-8541</link>
		<dc:creator>meiy</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 08:41:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/karst-kawasan-terakhir-untuk-berkehidupan.html#comment-8541</guid>
		<description>entah kapan manusia berhenti serakah.

tulisannya menambah wawasan, link2nya juga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>entah kapan manusia berhenti serakah.</p>
<p>tulisannya menambah wawasan, link2nya juga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
