menadah

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

“dia kan hanya menerima kayu dari rantai panjang penjual kayu, yang mungkin saja dia tidak tahu kayu itu dikatakan kayu illegal. tapi mengapa dia yang harus menginap di kompleks itu” ujar seorang kawan yang lagi belajar ilmu lingkungan dan bekerja sebagai pegawai rumah tahanan

Jaringan pengambil kayu yang tak legal memiliki rantai panjang. Sepanjang jalan begitu banyak tangan menadah. Berbaju hijau, berbaju cokelat, berbaju loreng, dan terkadang tak berbaju. Hingga akhirnya sampai pada pembeli. Tak jelas darimana asal kayu. Tak jelas siapa yang menebang. Yang pasti hanyalah kayu itu tak berijin dari penguasa negeri.

Dalam sebuah pertemuan di hotel mewah. Kasat Reskrim Polda berujar, “kami berkomitmen memberantas illegal logging. tahun depan tak akan ada lagi”. “Kami juga berkomitmen mengejar pelaku”, ujar Kajati. “Jalurnya sudah jelas, ini dia”, kata seorang peneliti dari instansi penelitian departemen yang mengurusi kayu. Kawan di sebelah berujar ,”Ini dia hasil rapat beberapa bulan lalu di pusat Indonesia, tapi sepertinya tak ada satupun dari mereka yang pernah membacanya”. Sebuah gambaran drama tragedi pembiaran pengrusakan hutan negeri bencana.

tak penting menadah !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>