kebun kayu monokultur bukan hutan
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Tanggal 21 September merupakan Hari Aksi Internasional Melawan Kebun Kayu Monokultur. Meluasnya ekspansi kebun kayu monokultur skala luas, telah mengakibatkan dampak sosial dan ekologi yang sangat serius. Pemerintah dan pengusaha, serta banyak pihak lainnya (termasuk akademisi), masih selalu menyatakan bahwa kebun kayu monokultur merupakan hutan dan dapat menggantikan fungsi ekologi dan sosio-kultur hutan. Kenyataannya, kebun kayu monokultur bukanlah hutan.
Hutan, bukanlah semata-mata kayu. Produksi kayu dari kawasan hutan hanyalah 5% dari bagian fungsi hutan. Fungsi ekologi dan sosio-kultur dari hutan, jauh lebih memberikan topangan kehidupan bagi generasi manusia yang ada saat ini di dunia. Hutan sebagai rumah kehidupan, area belajar, apotek raksasa, serta penyedia air dan udara bersih dan beragam manfaat ekologis dan sosial-budaya lainnya, harus terus dipertahankan keberadaannya.
Dari kondisi tersebut, maka para profesional rimbawan dan mahasiswa kehutanan di dunia, mengeluarkan pernyataan sikap di Hari Aksi Melawan Kebun Kayu Monokultur untuk mengajak para profesional dan mahasiswa kehutanan untuk bersama-sama mendorong institusi pendidikan untuk mengubah cara pandang terhadap hutan dan kebun kayu monokultur, serta terus mempertahankan kawasan hutan dan mendukung komunitas yang hidup di dalam dan sekitar hutan, agar hutan tetap terus ada dan berkelanjutan di permukaan bumi ini.
tak penting kebun kayu monokultur !











Wadah bamamay