saya orang miskin [2]

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

“Mau bekerja nggak, bu? “, tanya saya kemudian.
Si wanita terdiam sambil melihat saya dan suami bergantian dengan tatapan penuh tanda tanya.
“Dari pada mengemis, ibu bisa membantu istri saya di rumah. Pekerjaannya lebih halal bu..” terang suami saya.
Wanita itu agak membelalakkan matanya, kelihatan sekali kalau ia ‘tersinggung’ pada tawaran suami saya.
“Mengemis kan lebih baik daripada mencuri”. Katanya membela diri dengan suara agak keras, membuat pembeli yang lain menoleh ke meja kami. [Menghapus Jiwa Pengemis - Yana Antoni]

Lagi - lagi karena masyarakat nelayan dengan sumberdaya manusia yang masih rendah dan pemahaman tentang pengelolaan usaha yang masih rendah, hanya bisa senang menerima dan menyambut baik karena akan mendapatkan uang yang cukup banyak dengan harapan akan menghasilkan yang lebih baik dan lebih dari cukup.
Namun apa yang terjadi, penulis ingin mengatakan bahwa hingga dengan saat ini semua pinjaman - pinjaman dari dana bergulir belum juga lunas padahal sudah berjalan dalam beberapa tahun bahkan dalam hal pengangsuran belum ada kemajuan berarti. [Memanjakan Rakyat atau Memusingkan? - Agus Supriyanto S.Hut]

Belum tiga bulan dari waktu yang disepakati untuk mengembalikan uang pinjaman itu, dua hari lalu saat Diding kembali mengunjungi penjual gado-gado. Dengan air mata yang tak bisa lagi tertahan, ibu penjual gado-gado itu mengembalikan uang pinjaman itu ke Diding. ?Terima kasih, Nak. Kamu telah mengangkat ibu menjadi orang yang lebih terhormat.? [Berhenti Menjadi Pengemis]

Tiga buah ungkapan sederhana mengenai mereka yang dipaksakan menjadi pengemis. Pengemis bukanlah harus orang miskin. Dalam sebuah tayangan televisi, pernah diceritakan tentang seorang pengemis yang bisa membangun rumah yang cukup mewah dari uang hasil pemberian. Dan hari ini pemerintah telah memaksa begitu banyak rakyat Indonesia menjadi pengemis dana kompensasi BBM.

Semakin banyak yang dimiskinkan, semakin banyak pula yang diberi label miskin. Pemanfaatan orang miskin pun telah menjadi sebuah kebiasaan dalam berkehidupan. Mengapa tak terlalu banyak yang berontak atas pemiskinan? Mungkin karena saat ini saya sangat menikmati hidup sebagai orang miskin. Seharusnya aparatus pemerintah menganggarkan untuk pembelian kaca yang bisa dipandang setiap pagi hari, dengan sebuah sticker kecil ditengahnya “Rakyat Miskin Karena Aku”.

Secara singkat bahwa pemberian uang anda berdampak mengerikan bagi nasib si anak jalanan. Secara tidak langsung uang tersebut anda menginvestasikan Kemalasan, kebodohan, tingkat kriminalitas, masa depan suram bagi anak-anak yang anda beri. Dengan program/kampanye ini harapan kami adalah sebuah kesadaran baru untuk tidak memberikan uang secara langsung kepada anak jalanan tetapi memberikan kepada mereka ?Kesempatan? [Pendampingan, Bantuan Pendidikan, Bantuan Kesehatan, Penyediaan Lapangan Pekerjaan, atau Bantuan Pangan].
Kepedulian terhadap anak jalanan adalah baik adanya, namun jika dilakukan dengan kurang tepat terkadang bukan sedang menolong mereka namun sedang membunuh secara perlahan masa depan mereka. Dengan adanya upaya konversi terhadap ?uang? yang diberikan, diharapkan dapat meningkatkan minat dari anak jalanan untuk keluar dari jalanan kembali kedalam kehidupan normal. [www.stopberiuang.or.id]

stop beri uang - beri kesempatan

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>