saya orang miskin [3]
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
DANA kompensasi BBM telah menjadi tragedi bagi banyak kepala desa. Mereka diancam dan dipukuli. Bahkan di Jambi ada ketua RT dibunuh dan di Jawa Tengah sebanyak 143 rumah kepala desa diamuk massa. [Editorial Media Indonesia]
Kekerasan rakyat terhadap pemimpin di tingkat lokal [Ketua RT, RW, Kepala Desa] semakin meningkat seiring dengan ketidakpuasan dikarenakan tidak memperoleh dana kompensasi BBM. Entah dikarenakan tidak terbangunnya mekanisme pengaduan dan komplain yang baik ataukah karena memang ini merupakan akumulasi tidak terlayaninya publik oleh pemerintah. Yang pasti, ketika sebuah sistem pemerintah ditetapkan oleh elite pemerintah, akhirnya pemimpin di tingkat lokal-lah yang akan menerima dampak yang terbesar, bahkan akan menanggung pemerintah, sementara anggota DPR sibuk dengan meningkatkan tunjangannya.
Kenaikan BBM pun hingga hari ini tidak membuat kalangan nelayan semakin baik. Dana kompensasi pun masih belum mampu menjawabkan aktivitas mereka yang sangat ketergantungan terhadap BBM. Akhirnya, tak melaut, tak ada lauk lagi di meja makan, apalagi harus berpikir bagaimana anak bisa bersekolah agar bisa menggantikan pejabat yang korup di negeri ini.
Namun saya tetap menikmati menjadi orang miskin. Bisa memilih mau menerima, menolak ataupun memaksa agar bisa menerima dana kompensasi BBM.











Wadah bamamay